FLH Berbah Gelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia 2023

Sleman – Forum Lingkungan Hidup (FLH) Berbah bersama Pemerintah Kapanewon Berbah bekerja sama dengan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM serta PAUD Kalitirto menggelar Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tahun 2023 di Embung PIAT UGM, Dadapan, Kalitirto, Berbah, Sleman, DIY, Minggu (11/6/2023).

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, anggota DPRD Sleman Rahayu Widi Nuryani, Panewu Berbah, Kepala PIAT UGM, Danramil Kapolsek Berbah, Kepala KUA, Kepala UPT Pertanian, Kepala Puskesmas Berbah, Lurah Kalitirto, Lurah Sendangtirto, Pimpinan Aisyiyah Cabang Berbah, Jaga warga, DenWatSer, TRB, team WCD jogja, dan warga masyarakat Berbah.

Kegiatan diawali acara bersih lingkungan oleh team World CleanUp Day Jogja diikuti oleh pengunjung yang kemudian dilanjutkan senam Bergas.

Seusai senam dilakukan donasi eco enzyme di perairan embung PIAT dengan tujuan menjaga ekosistem  air embung juga dilakukan pelepasan burung perkutut  oleh tamu undangan.

Ketua FLH Berbah Kusnadi mengatakan bahwa tema peringatan hari lingkungan hidup dunia tahun 2-23 ini adalah solusi untuk polusi plastik /Beat Plastik Solutions, suatu gerakan untuk menangani permasalahan polusi yang ditimbulkan oleh sampah plastik.

“Permasalahan sampah plastik menjadi isu penting dan menarik disisi usaha daur ulang plastik cukup menjajikan karena perputaran  ekonominnya, namun penangan sampah plastik yang tidak tepat akan merusak lingkungan,” katanya.

Kusnadi menuturkan, peringatan hari lingkungan hidup dunia  ini FLH menggandeng PIAT UGM yang berlokasi di kalitirto Berbah sebagai lokasi penyelenggaraan dengan tujuan mengenalkan embung PIAT kepada masyarakat. Selain itu, dirinyajuga mengajak pelaku usaha yang tergabung dalam Forkom UMKM Berbah untuk menggelar stand UMKM

“Harapannya para pelaku usaha bisa mendapatkan tambahan ekonomi tetapi juga mendapatkan pembelajaran untuk peduli likungan, tidak membuang sampah sembarang serta memilah sampah,” ujar Kusnadi.

Kusnadi juga mengatakan bahwa pada peringatan ini juga mengajak anak anak PAUD dan TK sejumlah 300 anak untuk mengenalkan peduli lingkungan sejak dini melalui lomba mewarnai. Juga dihadirkan mobil modulling dari P3EJ kementerian Lingkungan Hidup  dan edukasi reptil dari komunitas reptil Jogja.

“Harapannya dengan mengenalkan pembelajaran peduli lingkungan dan mengenal satwa sejak dini anak anak akan selalu teringat dimasa dewasanya kelak untuk peduli menjaga lingkungan,” harap Kusnadi lagi.

Sementara Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi melalui kegiatan ini mengajak masyarakat  untuk selalu bersyukur dan merawat bumi dengan baik sampai saat ini masih bisa bernafas dengan bebas dan gratis dari alam

“Bila lingkungan rusak dan udara menjadi kotor oleh polusi akan sangat mengganggu kesehatan, maka dari itu kita harus merawat bumi dengan bijak mengelola sampah, mengurangi sampah, memilah sampah untuk menjaga lingkungan bersih dan nyaman,” ujar Tri.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Berbah yang sudah berkegiatan mengelola sampah, mengingat TPA Piyungan yang sudah tidak mampu  menampung pasokan sampah dari Slema,  Bantul, dan Kota Yogyakarta. Sehingga upaya penanganan sampah harus di tingkatkan melalui bank sampah  sodakoh sampah dengan prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle).

“Sampah adalah masalah besar dan masalah bersama jadi penanganannya  juga harus bersama sama oleh berbagai  pihak. Namun yang paling utama adalah pengurang sampah serta memilah sampah dari rumah dan jangan membakar sampah terutama plastik. Karena plastik yang terbakar akan mengeluarkan dioksin yang bisamenyebabkan penyakit kanker,” terang Epiphana. (Kusnadi/KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: