Sleman – Dinas Pasar Kabupaten Sleman menargetkan pembangunan Pasar Prambanan dan Sleman ditargetkan selesai tahun 2015 ini. Setelah selesai dibangun kedua pasar tradisional tersebut diharapkan bisa segera dioperasikan para pedagang dan ikut mengangkat perekonomian wilayah setempat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pasar Sleman, Dra Tri Endah Yitnani MSi kepada wartawan, Rabu (21/1). Menurut Endah sebenarnya terdapat enam pasar tradisional besar dan potensial yang diprioritaskan segera dibenahi. Di antaranya Pasar Godean, Tempel, Pakem, Gamping, Sleman, dan Prambanan.
“Secara bertahap akan dibenahi sesuai kondisi yang ada. Sebagai tahap awal, saat ini kami fokus membenahi Pasar Prambanan dan Sleman,” Endah.
Pasar Prambanan diakui Endah memang terletak di perbatasan wilayah Kabupaten Sleman dengan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Karena itu sangat wajar kalau para pedagangnya banyak yang dari luar Sleman. Menurut Endah, roda perekonomian memiliki prinsip borderless. Jadi, tidak masalah jika geliat ekonomi di Pasar Prambanan jugadigerakkan oleh pedagang luar daerah.
“Jadi, borderless itu maksudnya tidak melihat batas wilayahnya. Hal terpenting adalah bisa mengangkat perekonomian di wilayah sekitar pasar tersebut,” tutur Endah.
Soal tahap pembangunan, 2015 adalah tahun ketiga bagi pembangunan Pasar Prambanan dan tahun kedua bagi Pasar Sleman. Anggaran untuk Pasar Prambanan sebesar Rp 30 miliar sementara Pasar Sleman butuh Rp 14 miliar.


