Sleman – Jumlah korban keracunan massal usai makan nasi pecel di PT Mataram Tunggal Garment (MTG) bertambah. Hingga Kamis (22/1) pukul 11.00 WIB, total ada 107 orang. Dari jumlah tersebut, empat diantara masih harus menjalani rawat inap di RS Panti Nugroho Pakem karena masih dalam tahap observasi.
Direktur Utama (Dirut) RS Panti Nugroho dr Tandean Arif Wibowo mengatakan, sebelumnya pihak RS menangani 104 korban dan enam menjalani rawat inap. Namun Kamis menjelang siang, tiga yang rawat inap sudah diperbolehkan pulang. Disaat yang bersamaan datang tiga orang dan satunya membutuhkan observasi tambahan.
“Jadi totalnya ada 107 pasien dengan empat rawat inap. Rata-rata keluhannya sama, pusing, mual lalu muntah. Hanya saja tingkat kegawatannya berbeda karena disesuaikan dengan daya tahan tumbuh pasien. Sebab ada yang selang dua jam usai makan langsung kerasa. Namun ada juga malam harinya baru merasakan mual,” katanya.
Mengenai korban yang harus menjalani rawat inap karena mereka membutuhkan tambahan observasi. Permasalahan utama tetap kekurangan cairan. Sebab semakin sering mereka muntah, semestinya harus segera diganti dengan cairan lainnya.
Sementara pihak  PT MTG siap menanggung seluruh biaya pengobatan karyawannya yang menjadi korban keracunan massal. Apalagi oleh perusahaan, seluruh karyawan juga telah didaftarkan sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).
“Jelas akan kita tanggung. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak Jamsostek. Apalagi ini juga termasuk dalam kecelakaan kerja dan diluar prediksi,” kata Dewi Yulianti Manager Akuntasi PT MTG yang juga berada di RS Panti Nugroho.
Ketika disinggung apakah penyebab keracunan ini dari makanan, dia tidak bersedia mengungkapkannya karena masih dalam penyelidikan.
“Belum tahu penyebabnya apa. Masih diselidiki. Sekarang kondisinya juga sudah membaik. Ada dari mereka yang sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Seperti diketahui, puluhan karyawan PT MTG yang berada di Dusun Bolang Desa Donoharjo Kecamatan Ngaglik mengalami keracunan usai menyantap nasi pecel dan telor ceplok katering dari perusahaan, Rabu (21/1). Rata-rata keluhan mereka sama, yakni pusing, mual dan muntah. Mereka lalu dibawa ke RS Panti Nugroho Pakem untuk mendapatkan perawatan.***


