SLB Tunas Kasih 2 Turi Resmi Berganti Kepengurusan

Sleman – Pergantian Kepala Sekolah SLB Tunas Kasih 2 Turi dari Haryanto kepada Rismiyati dilaksanakan pada Selasa (18/7/2023) di Aula SLB Tunas Kasih 2 Turi.

Acara dihadiri oleh Tunzinah pengawas sekolah dari Dinas Pemuda dan Olahraga, Bakir sebagai Ketua Komite, juga  Azwar Effendi, Panewu Anom Kapanewon Turi.

Dalam sambutannya, Haryanto menyampaikan bahwa dirinya sudah empat tahun menjadi Kepala Sekolah dan akan pamit karena sudah tidak bertugas lagi di SLB Tunas Kasih 2.

“Namun jika diminta tetap akan mengabdikan diri pada SLB Tunas Kasih 2 Tuti dengan sisa tenaga yang ada. Kebetulan selaku yang dituakan juga di Dikdasmen sekolah yang ada di Turi,” ujarnya.

Dirinya merasa selama 4 tahun ini belum banyak yang bisa dilakukan olehnya untuk mengembangkan SLD Tunas Kasih 2 Turi. Pandemi COVID-19 yang melanda selama 2 tahun sangat mempengaruhi kepengurusannya, di mana proses belajar mengajar harus dilakukan secara daring.

“Sehingga tidak bisa memandirikan siswa dengan semaksimal mungkin. Tentu banyak kekurangan, karena itu kami menghaturkan permohonan maaf dan semoga orang tua murid  bisa memaafkan,” tukasnya.

“Semoga kepala sekolah yang baru yakin Bu Rismiyati, Insya Allah bisa melaksanakan amanah dan memajukan SLB Tunas Kasih 2 Turi dengan lebih baik lagi,” harap Haryanto.

SLB Tunas Kasih 2 Turi merupakan salah satu anak cabang kegiatan dari Yayasan Pendidikan Kesejahteraan Bina Remaja (YPKBR) yang memiliki sekretariat di Bantarjo Donoharjo Ngaglik, di samping Panti Asuhan Bina Remaja yang berlokasi di Bantarjo dan Sb tunas Kasih 1 yang berlokasi di Balong Donoharjo Ngaglik.

Dalam sambutannya Ketua YPKBR, Saptono Budi Samodro, menyampaikan terimakasih kepada Rusmiyati atas kesediaannya memimpin SLB Tunas Kasih 2 Turi. 

“Terimakasih meski agak dipaksa tapi merupakan hasil kesepakatan. Dengan pilihan bapak Ibu guru dan staf di sekolah ini. Semoga  jalannya SLB akan semakin baik, program yang direncanakan bisa berjalan semakin baik,” ujar Saptono.

Dirinya menambahkan, menjadi Kepala SLB Tunas Kasih memiliki tantangan sendiri. Meskipun berstatus sekolah swasta, SLB Tunas Kasih tidak memberatkan siswanya dengan pungutan biaya, sifatnya sukarela dari orang tua siswa.

“Tidak ada iuran rutin sehingga ini perlu kelihaian Kepala sekolah untuk mengelola anggaran. Yayasan juga belum bisa banyak membantu. Agar bisa menjalankan sebaiknya dengan landasan keikhlasan dan keinginan untuk mencari Ridho Allah SWT,” tandas Saptono.

Sementara itu Panewu Anom Kapanewon Turi Azwar Effendi  menyampaikan terimakasih kepada Haryanto pengabdiannya selama ini dan semoga seluruh jajaran SLB Tunas Kasih 2 terus diberikan kesabaran untuk membimbing anak-anak yang isimewa ini.

“Terimakasih juga selalu mengundang dan melibatkan pemerintah Kapanewon, semoga ke depan tetap sinergi kerjasama dengan Kapanewon Turi,” harapnya. (Endarwati/KIM Donoharjo Ngaglik)

image_pdfimage_print
Bagikan: