Mayoga Adakan Penguatan Bahasa Inggris Menginap 14 Hari di Pulesari

Sleman – Kemampuan bahasa asing, hhususnya Bahasa Inggris  merupakan masalah umum bagi sekolah atau madrasah. Penyebanya antara lain yaitu kurangnnya latihan dan minimnya pembiasan dalam berkomunikasi Bahasa Inggris dan komunitas pengkodisian lingkungan yang ada disekitarnya. 

Dan MAN Jogja III (Mayoga) mengadakan kegiatan  penguatan Bahasa Inggris yang bekerja sama dengan FEE Pare Kampung Inggris Kediri dan Desa Wisata Pulesari Sleman dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Demikian disampaikan Didik Irwanto, selaku menajeman Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman, Minggu (25/1).

Dikatakan Didik, kegiatan penguatan kapasitas dalam upaya menunjang mutu pendidikan pelajar Mayoga akan dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari Sleman mulai dari tanggal 26 Januari Sampai 8 Februari 2015 dengan jumlah peserta 233 pelajar dan dibagi menjadi dua gelombang.

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang luar biasa karena ini adalah tamu yang paling lama menginap ditempat kami selama berdirinya Desa Wisata Pulesari dengan harapan warga juga menjadi semangat dalam upaya pengembangan pariwisata di desa,” kata Didik.

Pentingnya Bahasa Inggris lanjutnya, merupakan bagian dari persyaratan kuliah di perguruan tinggi favorit ketika mau melanjutkan kuliah, banyak kesempatan mengikuti program beasiswa belajar (s2) diluar negeri mempersyaratkan skor toefl dan kemampuan berbahasa inggris, tuntutan duni kerja karena persaingan global demikian yang menjadi gagasan kenapa kegiatan ini dilaksanakan yang bertujuan untuk menguatkan kembali pendidikan karakter melalui komunikasi Bahasa Inggris.

Kegiatan penguatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari yang kedua kalinya yang tahun lalu dilaksanakan pada tahun 2014.

“Ditahun 2015 Mayoga mengadakan kegiatan yang sama lagi, itu sebagai motivasi bagi kami atas kepercayaan yang telah diberikan kepada pengelola Desa Wisata dalam membantu kelancaran kegiatan tersebut dan bentuk pelayanan yang baik dalam melaksanakan amanah yang telah diberikan,” tutur Didik.

Target yang dilakukan antara lain menguasai vocabulry dasar sebagai bekal percakapan sehari-hari, menguasai grammar dasar sebagai bekal percakapan sehari-hari, berani mampu mengunakan bahas inggris dalam berkehidupan dalam proses belajar mengajar serta mampu memahami Bahasa Inggris di Madrasah dengan baik dan benar sesuai dengan kurikulum nasional.

image_pdfimage_print
Bagikan: