Forum KIM Sembada Sleman Gelar Rakor di Kapanewon Berbah

Sleman – Pawon Pitoe Resto yang merupakan salah satu unit usaha Bumkal Sendangtirto menjadi tempat pertemuan rutin Rapat Koordinasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman pada hari Sabtu (22/7/2023).

Kegiatan dihadiri oleh 30 pegiat KIM yang tersebar di 17 Kapanewon dan juga perwakilan dari Dinas Kominfo Sleman, Agastya Dedy Kusuma.

Agastya dalam sambutan dan pengarahannya menyampaikan tentang hasil lomba Pertunjukan Rakyat (Petunra) yang dibarengkan dengan pelaksanaan PPD ( Pameran Potensi Daerah) beberapa waktu lalu.

“Meskipun belum semua Kapanewon mengikuti lomba tersebut, namun pelaksanaannya sudah cukup berhasil,” ungkap Agas.

Agas berharap di tahun mendatang semua kapanewon bisa berpartisipasi dan pelaksanaannya lebih profesional.

Agas juga menyinggung tentang Bimtek untuk KIM dengan materi jurnalistik yang telah terlaksana di Kapanewon Seyegan, dan akan segera menyusul 4 KIM dari Kapanewon lainnya.

Ketua Forkom KIM Kabupaten Sleman, Suripto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk menggiatkan kegiatan KIM di Kapanewon, diperlukan surat edaran dari Kabupaten untuk membentuk KIM di tingkat kapanewon maupun tingkat Kalurahan.

“Hal ini dilakukan mengingat masih ada Kapanewon yang tidak ada kegiatan KIM nya,” ujar Suripto.

Suripto juga menyinggung tentang kepengurusan Forkom KIM yang akan segera berakhir dan berharap pegiat KIM yang masih muda dapat tampil menjadi pengurus Forkom KIM Kabupaten Sleman.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambung rasa dengan peserta Rakor KIM yang hadir. Banyak sekali yang disampaikan oleh peserta yang menjadi perhatian bagi pengurus Forkom. Dari mulai evaluasi terhadap kepengurusan Forkom KIM, penertiban Organisasi, lomba pentunra, dan koperasi KIM,

Dalam kesempatan tersebut, Sadono Hadi, pegiat KIM dari Tempel yang selama ini aktif menulis feature juga menyampaikan bahwa tulisannya mendapat apresiasi dari salah satu sponsor dari Jakarta. Ia diminta untuk menulis segala sesuatu tentang Sleman dalam sebuah buku yang diberi judul I love Sleman.

Sadono Hadi yang hadir dalam Rakor KIM tersebut meminta pegiat KIM yang lain untuk membantu mewujudkan buku tersebut yang menurut rencana akan ditulis dalam dua bahasa (bilingual) yatu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dukungan dari penggiat KIM berkaitan dengan info tempat bersejarah, budaya tradisional maupun kuliner khas yang nantinya akan ditulis dalam bentuk feature oleh Sadono Hadi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: