Disnaker Sleman Sosialisasikan Program Transmigrasi Tahun 2023

Transmigrasi adalah program pemerintah yang memindahkan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.

Bagi generasi muda yang ingin meningkatkan kesejahteraan dengan bertransmigrasi, di tahun 2023 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman membuka kesempatan dengan kuota 5 keluarga untuk melakukan transmigrasi ke tiga lokasi yaitu di Salulisu, Kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, di Raimuna, Kab. Muna Sulawesi Tenggara dan di Tempirai Selatan, Kab. Pali Sumatera Selatan.

Demikian dijelaskan Denni Indriastuti, Pemeriksa Ketransmigrasian dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman dalam acara Penyuluhan Ketransmigrasian tahun 2023 di Aula Balai Kalurahan Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (27/7/2023).

Denni juga menjelaskan bahwa transmigrasi juga dimaksudkan agar wilayah tujuan juga dapat berkembang dengan adanya generasi muda tangguh dari wilayah asal.

Syarat sebagai transmigran harus WNI khususnya KTP Sleman. “Ber-KTP dan bermukim di Sleman. Jika pindahan, maka minimal 2 sampai 3 tahun tinggal di Sleman”, jelas Denni.

Syarat berikutnya berusia minimal 18 tahun maksimal 50 tahun. “Jika berusia lebih dari 50 tahun tapi masih ingin transmigrasi , maka dapat mendaftar atas nama anak atau menantunya yang masih dalam 1 KK. Jika sudah pecah KK silahkan ke kalurahan untuk minta surat keterangan,” lanjut Denni.

Syarat selanjutnya harus sudah menikah yang dibuktikan dengan surat nikah. Jika janda, di KK ada anaknya laki laki minimal usia 18 tahun. Juga harus sehat jasmani dan rohani, belum pernah bertransmigrasi dan harus lulus seleksi.

Calon transmigran juga harus memiliki keterampilan di bidang pertanian, perkebunan dan atau sesuai kebutuhan lokasi penempatan. Jika belum memiliki keterampilan, akan dilatih lebih dahulu di Balai Pelatihan.

Fasilitas yang akan didapatkan berupa rumah siap huni tipe 36, lahan pekarangan dan lahan usaha, jatah hidup 12 bulan untuk lahan kering dan 18 bulan untuk lahan basah, bantuan modal usaha dari Pemda Kabupaten Sleman sebesar 13 juta rupiah serta berangkat dengan pesawat.

“Hal yang sangat penting adalah calon peserta harus memiliki kemauan yang sangat kuat dan siap menghadapi berbagai rintangan karena lokasi yang baru jauh keadaannya dibandingkan lokasi asal,” tandas Denni. (Endarwati/KIM Donoharjo).

image_pdfimage_print
Bagikan: