Disnaker Sleman Sosialisasikan Program Padat Karya di Seyegan

Sleman – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Padat Karya Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun 2023 di Ruang Rapat Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, Rabu (9/8/2023). Pembangunan padat karya sendiri akan dilaksakan di Padukuhan Mriyan X Kasuran dengan peningkatan infrastruktur berupa talud dengan volume 34,2 m3, dan cor blok dengan volume 24,4 m3.

Nungky Puri Astuti, Analis Tenaga Kerja pada Kelompok Substansi Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sleman menuturkan, kegiatan padat karya ini diselenggarakan untuk penyerapan tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mekanisme padat karya sendiri adalah swakelola tipe 4 artinya Disnaker menunjuk pihak ke-3 yaitu LPMK untuk pelaksanaan kegiatan dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Dalam pelaksanaannya, LPMK akan didampingi oleh fasilitator pendamping dan secara prinsip padat karya ini dari, oleh dan untuk masyarakat dan tidak boleh diborongkan ke pihak ketiga,” ujar Nungky.

Nungky juga menambahkan bahwa pelaksanaan padat karya ini tidak ada tuntutan ganti rugi terhadap aset yang dimiliki masyarakat yang terdampak kegiatan.

Mengenai durasi pekerjaan, Nungky menerangkan akan dilaksanakan selama 20 hari kerja dengan waktu kerja 5 jam tiap harinya.

“Padat karya sendiri memperkerjakan 26 orang sebagai ketua kelompok, tukang dan pekerja juga tidak boleh bekerja sampai malam hari. Untuk upah akan dibayarkan seminggu sekali sesuai dengan undang undang Tenaga Kerja, dan pekerja dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga usia pekerja juga dibatasi dari usia 18 tahun hingga 65 tahun,” terang Nungky.

Lebih jauh Nungky juga memberi penjelasan mengenai tahapan proyek, sehingga LPMK  diharap segera menyiapkan papan nama kegiatan yang merupakan papan informasi kegiatan dan Prasasti yang sudah harus terpasang sebelum kegiatan dilaksanakan.

“Untuk proses kegiatan juga harus didokumentasikan mulai dari 0 %, 50%, 75% dan 100%,” tegasnya.

Nungky berharap prinsip 3 T ditaati yaitu tertib administrasi, tertib pelaporan dan tidak ada permasalahan.

“Sehingga kegiatan bisa mencapai target, hasil bagus dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Untuk pengembangan sendiri merupakan kesepakatan masyarakat,” imbuh Nungky lagi.

Panewu Seyegan, Samino, mengatakan bahwa padat karya ini akan memiliki dampak yang beragam di masyarakat mengingat yang dikerjakan adalan meningkatkan jalan usaha tani.

“Selain lingkungan yang meningkat kebersihannya, hasil pertanianpun  akan semakin lancar dalam pendistribusiannya,” ujar Samino.

“Keterlibatan masyarakat dalam padat karya juga dalam rangka mewujudkan kebutuhannya sehingga infrastruktur terbangun untuk dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” tutupnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: