Disdik Sleman Gelar Bimtek Forum PAUD Kapanewon Seyegan

Sleman – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Forum PAUD Kapanewon Seyegan, bertempat di Aula Lantai II Kapanewon Seyegan, Kamis (10/8/2023).

Peserta Bimtek adalah Bunda dari 36 PAUD formal dan non formal yang ada di wilayah Kapanewon Seyegan. Hadir juga pada kesempatan tersebut pengawas TK, pengawas PAUD dan Ketua Himpaudi.

Samino, Panewu Seyegan berharap dengan kegiatan tersebut, pengelola PAUD akan ditingkatkan kapasitasnya, diperbaiki manajemen PAUD nya dan banyak manfaat lainnya.

“Kapanewon akan selalu mendampingi Forum PAUD  untuk meningkatkan kualitas dalam proses pendidikan dan sarpras dengan melakukan komunikasi untuk kemajuan PAUD Seyegan,” ungkap Samino.

Insan Yudanarto, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman sebagai narasumber pertama menyampaikan kegiatan Sulingjar (Survey Lingkungan Belajar) yang rencananya akan dilakukan di bulan September hingga Oktober. Diawal Insan menyampaikan regulasi atau dasar hukum penyelenggaraan sulingjar PAUD tahun 2023.

“Sulingjar PAUD merupakan salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),” ungkap Insan.

Adapun tujuan Sulingjar sendiri untuk mengukur kualitas proses pembelajaran dan proses pengelolaan yang menunjang pembelajaran pada satuan PAUD yang berbasis komputer dan dilakukan secara online.

Panjang lebar Insan menerangkan tentang evaluasi pendidikan, baik internal maupun ekternal. Dibagian akhir, Insan menyampaikan sasaran peserta sulingjar dari masing masing PAUD yang terdiri dari Kepala

“Satuan PAUD yang terdaftar dalam Dapodik, pendidik yang terdaftar dalam dapodik, terdaftar dan berstatus aktif,” jelas Insan.

Resmi Widayati, dari Forum PAUD Kabupaten Sleman dalam materinya menyampaikan hasil analisis lembaga PAUD di Kapanewon Seyegan. Diingatkan oleh Resmi  bahwa untuk menuju PAUD yang berkualitas diperlukan 4 komponen yaitu proses pembelajaran, kemitraan dengan orang tua, memantau pendalaman layanan essensial anak usia dini dan kepemimpinan, pengelolaan sumber daya.

Pada kesempatan tersebut, Resmi memperkenalkan analisa STAR yaitu Situation, Task, Action dan Result).

“Analisa tersebut digunakan untuk menghadapi tantangan lembaga ke depan termasuk tantangan dengan 5 hari berangkat berdasarkan layanan pendidikan yang sudah dilakukan,” pungkas Resmi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: