Sleman – Peringatan HUT RI ke-78, yang digelar di RW 28 Margomulyo Seyegan pada hari Rabu (16/8/2023) memiliki nuansa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, rangakain kegiatan yang yang digelar mengambil nuansa ramah lingkungan.
Sutarto Agus Raharjo, Ketua RW 28 sekaligus praktisi lingkungan di Margomulyo Seyegan mengambil inisiatif untuk menjadikan peringatan HUT RI ke-78 sebagai momentum dalam menggalang masyarakat untuk bijak mengelola sampah.
“Dengan mewarisi semangat para pahlawan kemerdekaan, mari kita menjadi pejuang lingkungan dengan memerangi sampah dengan cara mengelolanya dengan bijak,” ujar Sutarto, Rabu (16/8/2023).
Gerakan pilah sampah dari rumah yang sudah dicanangkan dua tahun lalu menjadi pemicu untuk masyarakat berkontribusi aktif menyelesaikan permasalahan pemerintah dalam mereduksi timbulan sampah.
Sebelumnya, Sutarto juga memberi pelatihan singkat dalam pembuatan Losida (lodong sisa dapur) untuk penanganan sampah organik rumah tangga. Sebanyak 10 Losida sudah dibuat dan diletakkan di fasilitas umum lingkungan RW 28, sekaligus mengajak warga untuk membuang sampah organiknya di losida yang sudah terpasang. Harapan Sutarto, warga akan menyediakan losida di rumah tangga masing-masing.
Di hadapan warga, Sutarto yang juga Direktur Bank Sampah Margo Lestari ini mengumumkan konsep Bank sampah yang berubah menjadi sedekah sampah, hal ini dikarenakan jumlah pengurus yang aktif semakin sedikit dan untuk memudahkan administrasi.
“Masyarakat yang sudah memilah sampahnya dirumah, diimbau untuk mengumpulkan sampah anorganiknya di gerobak sampah yang telah disediakan,” imbau Sutarto.
Gerakan minim sampah dengan losida dan sedekah sampah tersebut juga disambut antusias oleh ibu-ibu RW 28 dengan menampilkan kreasi daur ulang sampah di pentas seni malam tirakatan HUT RI. Mereka menampilkan hasil kreasinya berupa fashion show dengan pakaian dari tas kresek dan diperagakan oleh anak anak.
Dengan didominasi warna merah dan putih, anak-anak memperagakan pakaian daur ulang hasil kreasi ibu ibu.
“Ini artinya, pengelolaan sampah dengan 2 kegiatan besar yaitu penanganan sampah dengan cara memilah dan pengurangan sampah dengan konsep 3 R sudah dimulai di lingkungan RW 28,” ungkap Sutarto.
Harapan Sutarto, gebrakan minim sampah ini tidak berhenti pada even HUT RI saja, tapi berlanjut seterusnya dan menjadi kebiasaan dalam merawat lingkungan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan).


