Sleman – Ayam goreng Kalasan pasti banyak orang sudah tahu dan ternyata hingga sekarang ayam goreng Kalasan tetap dicari dan digemari. Seperti diungkapkan Widodo 66 tahun, salah satu warga Dusun Bendan Desa Candisari Kecamatan Kalasan yang ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Pengusaha Ayam Goreng Kalasan bahwa usaha ayam goreng Kalasan ini dimulai sejak tahun 1982 dan bertahan hingga sekarang.
Pada mulanya hanya beberapa warga saja yang mengolah ayam goreng dan kini para pengusaha ayam goreng Kalasan ini sudah memiliki wadah kelompok Ayam Goreng “Maju Makmur”.
“Kelompok ini sempat mengalami kevakuman dalam bidang kepengurusan, namun usahanya tetap berjalan. Pada tahun 2013 Maju Makmur seperti ‘digugah’ oleh Dinas Perindagkop Sleman untuk aktif kembali dengan diberi stimulan baliho dan papan nama di setiap rumah anggota kelompok,” kata Widodo di Kalasan, Kamis (5/2).
Diceritakan Widodo, hingga kini jumlah anggota aktif sebanyak 30 orang sedang sekitar 10 orang tidak aktif dengan berbagai alasan. Diakui Widodo, masing-masing anggotanya tidak pernah mengalami kesulitan pemasaran. Ayam goreng Kalasan yang memiliki rasa gurih dan asin. Dalam setiap penjualannya dikemas dalam box lengkapdengan sambel, lalapan dan kremes.
“Meski hampir semua warga membuat ayam goreng namun untuk penjualannya tidak mengalami kesulitan ataupun persaingan. Karena masing©masing pengusaha sudah memiliki pasaran sendiri – sendiri,” tutur Widodo.
Ayam goreng Kalasan dipasarkan ke Temanggung, Muntilan, Salatiga, Boyolali, Purworejo hingga Kebumen. Selain berusaha untuk tetap bertahan, para pengusaha ayam goreng Kalasan juga berusaha mengendalikan merebaknya rentenir yang bisa membuat usahanya rugi. Dan yang dilakukan adalah dengan menghimpun dana untuk modal simpan pinjam anggotaya sejak bula Februari 2014 lalu. Setiap harinya kelompok ini mampu memproduksi hingga 500 ekor ayam goreng yang dikemas dalam box.
Jenis ayam yang digunakan umumnya adalah ayam ras, namun demikian jika ada pemesan yang menginginkan ayam kampung, Widodo tetap bisa memenuhinya. Harga jual 1 ekor ayam goreng jenis ayam ras yaitu Rp 60.000,- sedangkan ayam kampung seharga Rp 75.000,-. pada saat liburan maupun hari-hari besar, permintaan ayam goreng Kalasan mengalami peningkatan 30 hingga 100%.
Untuk ayam rasnya dikatakan Widodo tidak mengalami kesulitan karena diambil dari daerah Bantul. Meski tidak membuka warung dirumahnya, tetapi semua anggota kelompok juga melayani pembeli yang ingin makan ayam goreng ditempat. Namun harus memesan lebih dulu sehingga bisa disiapkan.


