Midodareni Awali Prosesi Upacara Adat Saparan Bekakak

Prosesi upacara adat saparan bekakak tahun 2023 yang ditujukan untuk mengenang kesetiaan Kyai Wirasuta dan Nyai Wirasuta sebagai salah satu abdi dalem Sri Sultan Hamengku Buwono I telah diawali dengan upacara midodareni yang berlangsung di Aula Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (31/8/2023) malam.

Ritual saparan bekakak yang mengandung makna turunnya para bidadari dari surga pada malam midodareni untuk merestui pasangan pengantin bekakak tersebut dipimpin oleh Lurah Ambarketawang, Sumaryanto didampingi para pamong. Tampak hadir dalam kegiatan diantaranya Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan, dan Wakil Komandan Koramil 17/GP, Kapten Wahyani.

Berdasarkan keterangan dari Lurah Ambarketawang, Sumaryanto bahwa upacara adat saparan bekakak yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menjadi Warisan Budaya Tak Benda Nomor 60 Tahun 2015 selalu dilaksanakan pada hari Jumat Kliwon pada bulan Sapar untuk menghormati arwah Kyai Wirosuto dan Nyai Wirosuto selaku abdi dalem penangsong Sri Sultan Hamengku Buwono I yang membawa payung kebesaran setiap Ngarsa Dalem berada dan tidak ikut pindah sewaktu terjadi perpindahan Keraton Ambarketawang ke keraton yang baru. Namun, tetap memilih tinggal di Gamping bersama keluarganya sehingga dianggap sebagai cikal bakal penduduk Gamping.

“Walaupun bekakak ini berupa boneka pengantin jawa yang terbuat dari tepung ketan yang diisi gula merah, namun sesuai adat perlu melewati ritual upacara mododareni. Prosesi dilakukan pada hari kamis malam Jumat Kliwon dengan membawa dua buah jali berisi pengantin bekakak dan sebuah jodhang berisi sesaji disertai ogoh-ogoh berbentuk sepasang suami istri gendruwo dan wewe,” tutur Sumaryanto.

Setelah seluruh Jali dan Jodhang, Tirto Dono Jati serta Ogoh-Ogoh yang dikawal Bregodo Songsong Wirosuto diserahkan oleh Dukuh Gamping Kidul, Bambang Cahyono selaku Lurah Magersari kepada Lurah Ambarketawang selaku Ki Demang pada malam midodareni, kemudian dilanjutkan Kenduri Wilujengan dan malam tirakatan seperti halnya pengantin benaran dengan hiburan macapat di pendhapa, dan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang digelar di lapangan Ambarketawang. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: