Sleman – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan Kabupaten Sleman sebenarnya banyak memiliki potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan di wilayah sekitar sebagai upaya menciptakan ketahanan pangan.
“Hanya saja masalah dan tantangan yang kita hadapi untuk mencapai status ketahanan pangan yang mantap masih cukup berat, sehingga harus diupayakan melalui pengembangan berbagai potensi yang ada,” kata Widi Sutikno, Senin (9/2).
Dikatakan Widi, bagi Kabupaten Sleman upaya yang harus ditempuh untuk memantapkan ketahanan pangan mencakup aspek kuantitatif maupun kualitatif. Termasuk pola konsumsi pangan penduduk masih terdominasi beras, padahal ketergantungan yang berlebihan terhadap satu jenis komoditas sangatlah rawan.
Menurut Widi, sebagai daerah yang berada di wilayah gunung berapi, Kabupaten Sleman dianugerahi tanah pertanian yang subur dan keaneka ragaman hayati yang sangat kaya.
“Di daratan tersedia berbagai macam spesies tumbuhan yang potensial untuk didayagunakan sebagai bahan pangan,” kata Widi.
Widi menambahkan bahwa upaya pendayagunaan diversifikasi pangan telah dilakukan namun perkembangannya masih sangat lambat sehingga jauh dari harapan.
“Diversifikasi adalah salah satu cara adaptasi yang efektif untuk mengurangi risiko produksi akibat perubahan iklim dan kondusif mendukung perkembangan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal,” tuturnya.
Pada sisi konsumsi lanjutnya, diversifikasi pangan memperluas alternatif pilihan pangan dan kondusif untuk mendukung terwujudnya pola pangan harapan. Pendek kata, diversifikasi pangan dapat meningkatkan ketahanan pangan sehingga dapat dipandang sebagai salah satu pilar pemantapan ketahanan pangan.
Pada sisi lain, katanya, pemantapan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman memerlukan kesatuan kerja multisektor dalam satu pemahaman yang sama. Masalah pangan memerlukan penanganan yang tepat dan bersifat holistik. Keterlibatan seluruh `stakeholder` merupakan salah satu cara efektif untuk mengelola peluang/risiko yang dihadapi, meminimalkan biaya, sekaligus optimalisasi pencapaian tujuan.
Diungkapkan Widi bahwa kerja sama multipihak sangat diperlukan mengingat kondisi yang dihadapi semakin komplek dan tidak akan terselesaikan hanya oleh satu sektor saja.
“Kami tekankan kepada pemilik hotel dan restoran di Kabupaten Sleman untuk berpartisipasi dalam memanfaatkan produk pangan lokal serta memperluas jaringan penggunaan pangan lokal tersebut,” katanya.


