Jumantik Kaget Condongcatur Menyasar Padukuhan Gejayan

Sleman – Tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kaget Kalurahan Condongcatur bersama Puskesmas Depok II, Pokja IV PKK dan Kader Jumantik Padukuhan Gejayan melakukan Pemantauan Jumatik di wilayah RW 31 dan RW 32 Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, Sabtu (9/9/2023)

Menurut Kepala Puskesmas Depok II, Sri Mujianto, Jumatik Kaget ini merupakan program unggulan dari Puskesmas Depok II dan Kalurahan Condongcatur untuk melaporkan perilaku kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan demam berdarah.

“Adanya kasus Demam berdarah di wilayah Condongcatur tetap menjadi kewaspadaan masyarakat yang harus diimbangi dengan upaya penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamak (PSN) dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Ia menuturkan, Jumantik Kaget kali ini menyasar 144 rumah dan bangunan di wilayah RT 08 RW 31 dengan sasaran 48 rumah dan bangunan yang positif Jentik 17 Angka Bebas Jentik (ABJ) 64,5%. Selanjutnya di wilayah RT 09 RW 32 dengan sasaran 51 Rumah dan Bangunan yang Positif Jentik 12 ABJ 76,4% dan diwilayah RT 10 RW 32 dengan sasaran 45 Rumah dan Bangunan yang Positif 9 AbJ 80%.

“Dari total 144 bangunan terpantau, didapat data ABJ sebesar 73,61%,” terangnya.

Hasil evaluasi yang disampaikan oleh koordinator UKM Puskesmas Depok II, Bernadeta Dewintasari, saat ikut turun langsung melakukan pemantauan di masyarakat, petugas menemukan jentik di beberapa tempat seperti di Tampungan dispenser, Tanaman Bromelia, Botol kaca tanaman hias, Ember, Bak mandi dan Tempat minum binatang peliharaan

“Adapun beberapa faktor lain yang mendukung banyaknya temuan bangunan positif Jentik yaitu di tempat tinggal Lansia yang tinggal sendiri, rata-rata masih menggunakan bak mandi berukuran besar sehingga jarang menguras bak mandi, kurangnya pengetahuan masyarakat bahwa tampungan air dispenser menjadi tempat strategis bagi nyamuk Aedes untuk bertelur, kurangnya pengawasan terhadap pot tanaman hias juga beberapa kelompok dasawisma yang menggunakan sistem pelaporan PJB mandiri secara online melalui Whatsapp sehingga jarang disupervisi langsung oleh kader,” jelasnya

Ketua PKK RW 32 Gejayan, Astuti Adiati menyampaikan bahwa dengan dipantaunya jentik secara langsung oleh kader Jumantik Kaget dan Puskesmas Depok II, maka data riil di masyarakat dapat disandingkan dengan data pelaporan mandiri oleh masyarakat

“Tentunya hal ini jadi pembelajaran sehingga ke depan, kader dan tokoh masyarakat dapat mengagendakan supervisi jentik secara rutin,” ungkapnya. (Wasana/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: