Sleman – Harga komoditi buah naga terus mengalami kenaikan sejak sepekan sebelum perayaan Tahun Baru Imlek. Pasalnya, keberadaan tersebut sering diidentikkan dengan perayaan tahun baru Cina itu.
Riyadi (32) pedagang buah di Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah mengatakan dalam hitungan hari, harga buah naga mengalami kenaikan yang signifikan. Yaitu mulai dari harga Rp 12 ribu per kilogramnya, menjadi Ro 16 ribu per kilogram.
“Bahkan tiga hari ini sudah naik lagi hampir mendekati Rp 20 ribu per kilogramnya,” katanya, Kamis (19/3).
Ia mengungkapkan buah naga menjadi buah favorit yang dihidangkan setiap kali Imlek tiba. Selain buah naga, jeruk santang juga merupakan buah khas yang paling dicari oleh masyarakat etnis Tionghoa guna merayakan Imlek.
“Dua buah ini yang sering ramai dicari. Untuk buah naga, dalam sepekan ini saya mampu jual hingga 50 kilogram setiap harinya, sedangkan jeruk santang sampai 70 kilogram per harinya,” ungkapnya.
Kendati demikian, penjualan buah naga jelang Imlek tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. Berbeda dengan jeruk santang yang tetap stabil bahkan mengalami kenaikan.
“Mungkin karena tradisinya menyajikan jeruk santang, sehingga tetap stabil. Sedangkan buah naga kan trennya baru beberapa tahun ini,” katanya.
Sementara itu, permintaan buah naga di Agrowisata Buah Naga di Sinduharjo, Ngaglik justru mengalami kenaikan beberapa hari sebelum Imlek. Menurut Suryadi, penjaga agrowisata, permintaan tidak hanya dari keluarga etnis Tionghoa.
“Kebetulan menjelang Imlek kami panen buah naga, sehingga permintaan juga naik. Mungkin menyesuaikan momen. Rata-rata yang berkunjung adalah rombongan keluarga,” paparnya.
Suryadi mengatakan untuk per kilogram buah putih dihargai Rp 20 ribu per kilogram, sedangkan untuk jenis yang merah dipatok dengan harga Rp 25 ribu per kilogramnya. Rata-rata satu rombongan keluarga yang datang ke lokasi tersebut membeli lima hingga sepuluh kilogram sekali kunjungan.


