Sleman – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman mendorong terbentuknya kelompok pengelolaan sampah mandiri (KPSM). Keberadaan kelompok tersebut dinilai sebagai solusi atas permasalahan sampah yang dihadapi oleh warga Sleman.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan BLH Sleman, Indra Darmawan mengatakan melalui KPSM, sampah rumha tangga yang dihasilkan setiap hari akan terkelola dengan baik. Hal ini berbeda jika sampah rumah tangga tidak dikelola terlebih dahulu.
“Sampah yang tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi limbah yang dapat menimbulkan masalah. Terlebih, sampah yang dihasilkan oleh keluarga di wilayah Sleman cukup besar,” paparnya, kemarin.
Menurutnya, okupansi sampah di wilayah Sleman yang terus mengalami penambahan setiap tahunnya. Ia menyebutkan dalam sehari, setiap orang menghasilkan 2,65 liter sampah.
“Jumlah ini dikalikan dengan sekitar 1,1 juta penduduk Sleman, belum lagi jika ditambahkan pendatang. Jumlah ini terus bertambah setiap tahunnya,” ungkapnya.
Okupansi tersebut tidak sebanding dengan jumlah KPSM yang sudah terbentuk di 17 wilayah kecamatan, yaitu 130 kelompok. Padahal dengan adanya KPSM, sampah yang dikirimkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan dapat ditekan.
“Hampir 80 persen sampah yang dikelola oleh KPSM dapat dimanfaatkan kembali sekaligus memiliki nilai jual sampah,” ujarnya.
Indra menjelaskan dengan potensi sebesar itu, maka diharapkan masyarakat di tiap lingkup RT maupun RW dapat membentuk kelompok ini. Ia optimis apabila KPSM sudah terbentuk di tiap RT dan RW, maka permasalahan sampah dapat ditanggulangi.
“Bahkan kami yakin apabila KPSM sudah terbentuk di semua RT/RW, Sleman tidak perlu lagi membuang sampah ke TPA. Hal ini dikarenakan sampah rumah tangga sudah habis termanfaatkan di masing-masing kelompok,” katanya.


