Sleman – Untuk mengetahui kondisi Kesehatan mental seluruh anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan, serta persiapan menghadapi tahapan kampanye pemilu serentak 2024 maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman bersinergi dengan Bagian Psikologi Biro Sumberdaya Manusia Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan screening Kesehatan mental yang dilaksanakan di Indoluxe Hotel Yogyakarta, Kamis (9/11/2023).
Dalam paparan materi yang disampaikan oleh Kepala Bagian Psikologi Biro Sumberdaya Manusia Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Kompol Ary Krisdiantoro dikatakan bahwa anggota Panwaslu Kecamatan memiliki potensi menerima tekanan dari peserta pemilu 2024 yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan yang dapat membuat pengawas pemilu bersikap tidak netral.
“Menjelang masa kampanye pemilu, pimpinan Bawaslu Kabupaten Sleman perlu mengetahui kondisi kesehatan mental terkini dari anggota Panwaslu Kecamatan agar secara mental siap mengemban tugas pengawasan kampanye yang cukup berat di lapangan, sehingga dapat dilihat tingkat emosionalnya masing-masing individu,” terang Kompol Ary.
Ia menambahkan, hasil tes psikologi dengan tiga kategori yaitu Mask Public Self, Core Private Self, dan Mirror Perceived Self dapat melihat profil kepribadian setiap anggota Panwaslu Kecamatan sesuai dengan indikator huruf yang dimunculkan dalam sistem. Sebagai contoh, apabila Mask Public Self terlihat dominan huruf C artinya personil tersebut menampilkan dirinya ke lingkungan sebagai individu yang kritis, dalam mengerjakan tugas termasuk individu detil, rapi dan sistematis.
“Kemudian pada kategori Core Private Self muncul huruf S yang dominan berarti ketika dalam sebuah situasi penuh tekanan, reaksi yang muncul dari anggota Panwascam tersebut adalah stabil dan konsiten, namun cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama ketika menghadapi perubahan,” lanjutnya.
Sedangkan kategori Mirror Perceived Self apabila terlihat huruf C yang dominan menandakan personal yang bersangkutan memandang dirinya sendiri sebagai individu dengan pribadi yang praktis, cakap dan unik. Sehingga mampu menilai diri sendiri dan kritis terhadap dirinya dan orang lain, serta menyukai hal yang detail, logis, dan secara alamiah sangat analitis.
Selain hal tersebut diatas, screening kesehatan mental yang dilakukan tersebut dapat melihat tingkat stress yang dialami anggota Panwaslu Kecamatan dan mengetahui kemampuannya dalam penyelesaian masalah.
Di akhir penjelasannya, Kompol Ary menyimpulkan jika tingkat stress dominan berwarna hijau berarti pencapaian diri yang tinggi membuat seseorang merasa melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam hidupnya, sehingga muncul penilaian tinggi terhadap kompetensi diri dan pencapaian keberhasilan diri, serta memiliki perasaan kuat, mampu melakukan tugas, dan menganggap tugas-tugas yang diberikan bisa dilaksanakan. (Adnan Nurtjahjo}KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


