Sleman – Angka kemiskinan di Kabupaten Sleman mengalami penurunan di tahun 2014. Dari data yang diperoleh dari Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kabupaten Sleman, tercatat 43.798 kepala keluarga (KK) yang tergolong miskin.
“Jumlah tersebut berasal dari total keseluruhan KK di wilayah Sleman yang berjumlah 369.534,” kata Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum, Minggu (1/3).
Dijelaskan Yuni bahwa jumlah keluarga miskin tersebut mengalami penurunan. Sebelumnya pada tahun 2013, dari 324.141 KK di Sleman, terdapat 45.037 KK miskin.
“Secara presentase di tahun 2014 setidaknya ada 11,85 persen keluarga miskin, dan jumlah tersebut mengalami penurunan dimana tahun sebelumnya ada 13,89 persen,” kata Yuni.
Menurut Yuni, data-data tersebut adalah buah kerja keras Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) yang keberadaannya sampai wilayah pedukuhan dan mendata setiap warganya yang tergolong miskin. Sebelumnya pemerintahan melalui Kementrian Sosial telah menunjuk Kabupaten Sleman sebagai pilot project pengentasan kemiskinan.
Hal tersebut dikarenakan TPK yang bekerja sampai tingkat bawah dapat mendapatkan hasil yang lebih valid.
“Ini merupakan terobosan dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat seperti LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), PKK (Pembinaan Kesejahteraan Kelurga), hingga karang taruna,” tutur Yuni.
Yuni juga menilai anggota dan tokoh masyarakat desa yang tergabung dalam TPK akan dapat lebih mudah mengenali warganya yang miskin, dan melakukan pendataan secara akurat melalui Sistem Rujukan Terpadu (SRT) yang dikerjakan secara online.
Yuni juga mengakui angka penurunan pada tahun 2014 terbilang masih sedikit, akan tetapi Yuni tetap berharap dari keterlibatan TPK yang selama ini aktif di desa, dapat mengurangi angka kemiskinan secara signifikan.
“Selama ini penurunannya sedikit-sedikit, harapannya kedepan kami dapat mengentaskan angka kemiskinan lebih banyak lagi,” tutur Yuni.


