Sleman – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes mengatakan bahwa pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi skala prioritas penanganan di Kabupaten Sleman, karena sudah menyebar di 17 Kecamatan.
Kasus DBD pada tahun 2012 ada 236 , tahun 2013 ada 736 kasus , ada kenaikan 500 kasus (220 %) dengan kematian 4 orang, dan pada tahun 2014 jumlah kasus DBD 538 kasus, hingga ada penurunan 26 % (198 kasus) dengan kematian 4 orang. “Sementara pada tahun 2015 sampai tanggal 11 Maret 2015 ada 205 kasus (Januari 99 kasus, Februari 106 kasus dengan kematian 4 orang),” kata Linda di Sleman, Minggu (15/3).
Lebih lanjut disampaikan Linda bahwa tingginya kenaikan DBD tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya pengaruh iklim (musim penghujan) sehingga banyak genangan air hujan yang potensial menjadi tempat perindukan nyamuk aedes aegypty. Ditambah lagi lanjut Linda dengan perilaku dari masyarakat yang kurang memperhatikan Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Menurut Linda, untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD yang diperkirakan masih akan terjadi sampai dengan bulan April 2015 Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah melakukan upaya antara lain membuat surat edaran tentang kewaspadaan dini terhadap KLB DBD kepada Camat dan fasilitas pelayanan kesehatan ( RS, Puskesmas dan Klinik), mengaktifkan tim Pokjanal DBD Kabupaten dan Kecamatan untuk melakukan monitoring dan pemantauan jentik berkala (PJB), melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) 1 Z 24 setelah menerima laporan, meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan gerakaan 3 M (menguras, mengubur, menimbun), pemberian larvasida dan melakukan fogging fokus bila ada indikasi.


