Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal ini Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPMPP) menyediakan ribuan alat kontrasepsi untuk mendukung program Keluarga Berencana (KB). Sekarang ini peserta KB di Sleman sudah mencapai 80 persen. Kepala BKBPMPP Kabupaten Sleman, dr Nurul Hayah MKes mengatakan, pasangan subur di Kabupaten Sleman mencapai 150 ribu.
Namun belum 100 persen yang mengikuti program KB, karena masih ada 20 persen yang belum KB. “Dari 20 persen itu, 8 persen memang tidak mau ikut KB dan 12 persen ingin mempunyai anak sehingga tidak ikut KB dulu,” kata Nurul di Sleman, kemarin.
Dijelaskan Nurul, untuk mendukung program KB, saat ini pihaknya telah menyediakan alat kontrasepsi. Diantaranya, IUD 1.845, pil 10.247 butir, kondom 239 gros, suntik 3.160, susuk KB 366 dan fallopering 100.
“Alat kontrasepsi itu cukup untuk kebutuhan bagi. Nanti kalau kurang bisa ditambah lagi,” tutur Nurul.
Menurut Nurul sekarang ini jumlah penduduk di Sleman mencapai sekitar 1.062.800. Laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sekitar 1,21 persen. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian jumlah penduduk melalui program KB.
“Target kami, dari 8 persen yang belum ikut KB itu akan diturunkan menjadi 7 persen. Supaya pertumbuhan penduduk tidak tinggi,” terangnya.


