Sekolah Lansia S3 di BKL Mugi Waras Sumbersari Moyudan Dicanangkan

Moyudan – Sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras kembali digelar di  Blendung, Sumbersari, Moyudan, pada Selasa,  19/02/2024. Pada tahun 2024 ini siswa-siswi yang berjumlah 50 orang tersebut menempuh S3 (Standar 3) setelah mereka menyelesaikan S2 pada tahun 2023 .

Hadir pada kesempatan itu Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY,  Andi Ritamariani, beserta Ketua Pokja Pemberdayaan Keluarga, Yuni Hastutiningsih dan tim, Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah dan tim, Panewu Moyudan Harsowasono, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana Moyudan Wahyu Aryanti Rosaria Bawaningsih, Kapolsek Moyudan AKP. Bowo Susilo, Bhabinkamtibmas Sumbersari Aipda Destana Endriana, Carik Sumbersari Junaidi, Kamituwa Sumbersari Agus Iskandar, Ketua BKL Mugi Waras Hj. Jumanah dan para anggotanya.

Panewu Moyudan Harsowasono menyampaikan terimakasihnya kepada BKKBN DIY yang telah memberikan fasilitasi untuk kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut. Ia juga berharap , setelah selesai S3 dapat diadakan lagi sekolah lansia S1 untuk siswa baru.

Pencanangan dilakukan oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani, yang sekaligus memberikan pembinaan dan motivasinya.

“Tujuan diadakannya sekolah lansia sampai standar S3 adalah terwujudnya lansia yang SMART yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat,” ujar Andi.

Selanjutnya, Ketua Pokja Pemberdayaan Keluarga BKKBN DIY, Yuni Hastutiningsih memberikan penjelasan tentang tindak lanjut setelah  sekolah lansia S3 itu dicanangkan.

“Sekolah lansia Standar 3 akan berlangsung 8x pertemuan, dan diakhiri dengan wisuda. Setelah rampung menempuh S3, masih ada program lagi  yaitu menjadi duta lansia, yang  tugasnya mengajar di sekolah-sekolah lansia BKL  yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga sekaligus  sebagai pertemuan perdana sekolah lansia.  Materi sekolah diberikan oleh Direktur Indonesia Ramah Lansia (IRL) Dwi Endah yang memberikan  materi tentang Mengatasi stres dan mengelola emosi pada lansia. Diterangkannya tentang penyebab stres, tanda-tanda mengalami stres, dan cara mengatasinya. Dikatakan ada 4 tips mengatasi stres, yaitu mengambil nafas dengan teknik 4,7,8, mengangkat bahu 8 hitungan, menghitung mundur, dan pengalihan perhatian dengan menggunakan panca indra.

“Semua orang punya masalah. Masalah itu diupayakan diselesaikan sebaik-baiknya. Jika belum teratasi, maka kita lakukan pengalihan perhatian dengan  hal yang menyenangkan lewat panca indra kita, ”  paparnya disertai penjelasan dan contoh-contohnya.

Lebih lanjut Endah memaparkan tentang 90 detik awal yang sangat berharga untuk mengelola emosi, dan 3 rumus sehat yaitu Olah Pikir, Olah Rasa, dan Olah Raga. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan).

image_pdfimage_print
Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *