Anggaran Untuk Pengembangan Pertanian Mencapai Rp 70 Trilyun

Panen PadiSleman – Irjen Kementan RI, Ir Aziz Hidayat MM mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk pengembangan pertanian total sejumlah Rp 70 trilyun. Dengan anggaran tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk berswasembada pangan. Juga disampaikan bahwa luas tanaman padi sudah mencapai kurang lebih 96.000 hektar dan angka tersebut menduduki peringkat satu nasional. 

“Harga gabah pun saat ini meningkat menjadi Rp 3700/kg daripada sebelumnya yang hanya Rp 3200/kg,” kata Aziz ketika menghadiri panen padi kegiatan SL PTT di Bulak Kelopok Tani Sedyo Maju Katingan Desa Jogotirto Kecamatan Berbah Sleman, Kamis (19/3).

Aziz juga yakin wilayah DIY dapat mencapai panen padi sebanyak rata-rata 10 ton/hektar mengingat sebelumnya ketika panen di Bantul bisa mencapai 11 ton/hektar dan di Prambanan 9,7 ton/hektar. Turut hadir dalam panen tersebut Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Kepala Dinas Pertanian DIY, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman, Kepala BPTP DIY, serta 2 orang peneliti dari IRRI (International Rice Research Institute).

Sementara Ketua KT Sedyo Maju, Siswanto melaporkan bahwa padi yang dipanen tersebut ditanam di sawah seluas 45 hektar dengan jenis padi inpari 10. KT Sedyo Maju merasa terbantu dengan adanya teknologi yang ditawarkan yaitu dengan tabela (tanam benih langsung) AWD (alternate wetting and drying) atau pengairan basah-kering untuk menghemat air serta sistem tajarwo. Menurut Siswanto kebanyakan anggota kelompok meminati sistem tabela. Dalam hasil ubinan diperoleh hasil 8 hingga 10 ton gabah kering.

Sedangkan Sri Purnomo pada kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih dengan adanya bantuan teknoogi serta pendampingan dan pelatihan dari berbagai pihak (BPTP DIY, IRRI, Kementan) sehingga mampu meningkatkan hasil panen padi para petani. Dengan hasil yang makin meningkat tersebut kedepan, swasembada pangan juga dapatdiwujudkan.

Selanjutnya Aziz Hidayat menyerahkan secara simbolis alat tanam tabela dan tajarwo kepada kelompok tani. Acara dilanjutkan dengan sarasehan dan diskusi dengan narasumber dari BPTP DIY, IRRI dengan moderator dari PPL UPT BP3K Berbah.

image_pdfimage_print
Bagikan: