Sleman – Puskesmas Pakem menyelenggarakan Gerakan masyarakat Sehat (Germas) dengan tes kebugaran bagi perangkat desa dan kader kesehatan Pakembinangun yang bertempat di Bumi Perkemahan Wonokemuning Wonogiri, Padukuhan Kertodadi, Kalurahan Pakembinangun, Pakem, Sleman, Jumat (8/3/2024).
Para peserta dapat melakukan pendaftaran, wawancara kesehatan, melakukan chek tekanan darah, denyut/detak jantung, melakukan senam pemanasan dan melakukan lari sekitar 1.5 km.
Pj. Lurah Pakembinangun, Sunardi menyebutkan bahwa Program Germas ini menggunakan anggaran PUPM.
“Kami mengapresiasi Peran Puskesmas Pakem yang menyelenggarakan program Germas ini untuk perangkat desa/pamong,” ujar Sunardi.
Dirinya juga berpesan jika agar tetap menjaga kesehatan di tengah kesibukan pekerjaan.
Kegiatan germas ini juga menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) yaitu Notowati Dwi Vitasari. Dalam kesempatan tersebut, ia membahas mengenai pentingnya kesehatan jasmani dan rohani, dan bagaimana cara melakukannya.
“Bugar merupakan kondisi jantung dan paru ketika melakukan kegiatan lari, kegiatan lainnya yang memicu jantung berdetak cepat, dan oksigen yg masuk mempengaruhi volume paru-paru dalam menampung oksigen tersebut,” tutur Vita.
“Latihan fisik yang baik, benar, terukur, teratur (BBTT) bisa dilakukan sesuai dengan kaidah kesehatan dengan intensivitas 30 menit,” imbuhnya.
Sementara itu, dr. Deas dari Puskesmas Pakem mengimbau agar masyarakat tetap memperhatikan makanan, terutama dalam menyambut bulan Ramadan. Menurutnya, penting memperhatikan makanan yang seimbang, agar tercipta keseimbangan gula darah dan nutrisi di dalam tubuh, serta menjaga tubuh tidak dehidrasi.
“Minumlah air putih satu gelas ketika berbuka. Kemudian makanlah cemilan manis. Kemudian setelah shalat Maghrib minum lagi satu gelas. Mau tarawih, minum lagi air putih satu gelas. Setelah tarawih minum lagi satu gelas. Menjelang tidur dan mau sahur masing-masing satu gelas lagi. Kemudian habis sahur minumlah satu gelas lagi. Maka genap kita akan meminum delapan gelas air putih,” jelasnya.
Semoga dengan itu puasa kita lancar. Asal bapak ibu tidak mengalami masalah pada jantung dan ginjal. Karena banyak minum air utk penderita kedua masalah itu justru akan membahayakan,” pungkas Deas. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)


