Pengembangan Desa Wisata Membutuhkan Kerjasama Semua Pihak

Kalasan – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) Pemetaan Kebutuhan Pelatihan Kampanye Sadar Wisata 5.0, untuk pengembangan Desa Wisata Tamanmartani, Kamis (14/3/2024). FGD berlangsung di Balai Pemerintah Desa Yogyakarta, Ngajeg Tirtomartani Kalasan.

Analis Penyusun Bahan  Kegiatan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Chatarina Asri Kusumajati saat memberikan sambutan mengatakan, bahwa interfensi program sosialisasi sadar wisata periode 2024 yang diterima oleh Tamanmartani tidak datang dengan tiba-tiba, tetapi melalui proses dan seleksi yang panjang.

“Pada periode dimaksud terdapat duapuluh tempat, mengerucut hingga sepuh dan untuk Yogyakarta adalah Tamanmartani, Kalasan dan Jagalan Bantul,” tuturnya.

Lebih lanjut Chatarina berharap agar peserta FGD memberikan dukungan terhadap kegiatan Kampanye Sadar Wisata dengan mengesampingkan ego sentrisnya. Tetapi justru diharapkan saling memberikan dukungan antar kelembagaan serta selalu menjalin komunikasi dengan pihak Kemenkraf.

“Kerjasama menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan Desa Wisata, sebab masing-masing memang berkaitan dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus dibangun ekosistim yang menjamin kebersamaan satu dengan yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu Lurah Tamanmartani Gandang Harjanata dalam sambutan mengajak peserta FGD untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan Desa Wisata Tamanmartani.

“Kita akan mengembangkan sesuai dengan kondisi yang ada dan tidak mengada-ada,” ujar Gandang.

Wilayah Tamanmartani, lanjut Gandang, adalah masuk dalam Kawasan Strategis Nasional. Hal itu karena Tamanmartani tak terlepas dari adanya Cagar Budaya, maka pembangunannya pun tidak sembarangan, misal  berdirinya pabrik maupun hotel yang ketinggian bangunannya tidak boleh melampai batasan.

FGD yang diikuti oleh perangkat Kalurahan, Lembaga-Lembaga tingkat Kalurahan serta Tokoh Masyarakat itu menggali berbagai permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan pariwisata. Beberapa diantaranya yang mengemuka adalah soal Kelembagaan, Manajemen, Kesiapan Masyarakat, SDM Pengelola dan Destinasi Wisata serta yang terkait dengan Sapta Pesona Pariwisata.

FGD akan ditindaklanjuti dengan pelatihan bagi tokoh masyarakat terpilih yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berdasarkan jadwal yang diterima para peserta FGD, kelanjutan kegiatan di tahun 2024 meliputi April-Mei kegiatan Pelatihan.  Pendampingan dengan empat kali kunjungan pada bulan Mei hingga Juli. Sementara pada bulan Agustus adalah Forum Kolaborasi Pentahelix dengan Desa/Kampung Wisata dan Pengukuran Dampak Kampanye Sadar Wisata 5.0. 2024. (Tri Joko S/KIM Kalasan)

image_pdfimage_print
Bagikan: