Sleman – Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menargetkan panen padi sebesar 301 ribu ton pada 2015. Hal tersebut melihat potensi panen yang besar di Kabupaten Sleman, yaitu mencapai 6,1 ton per hektare.
“Saat ini potensi panen di wilayah pertanian Sleman mencapai 17.262 hektar dari 22.300 hektar lahan pertanian. Dengan rata-rata panen 6,1 ton per hektar, maka potensi panen padi yang didapat pada musim panen kali ini diperkirakan mencapai 105.298,2 ton,” kata Widi di Sleman, Selasa (24/3).
Sementara di Kabupaten Sleman lanjutnya, musim panen padi rata-rata dilakukan hingga tiga kali dan satu kali panen palawija. Menurutnya dengan potensi tersebut, ia optimis target akan tercapai. Terlebih saat ini panen padi di wilayah Sleman sudah di atas target nasional sebesar 5,7 ton per hektar.
“Dengan ini, swasembada pangan di Sleman tetap akan terjaga. Kita sangat perlu mengapresiasi hal ini,” ungkapnya.
Widi menjelaskan besarnya capaian panen padi kali ini tidak dapat lepas dari peran serta petani. Bahkan peningkatan panen hampir terjadi semua daerah pertanian.
“Seperti Kecamatan Tempel, pada saat musim panen tahun lalu hasil rata-rata panen hanya mencapai 5 ton per hektar, namun di musim kali ini bisa meningkar hingga rata-rata 8,8 ton per hektar. Begitu pula Prambanan, yang sebelumnya rata-rata 7 ton per hektar, kini mencapai 9 ton per hektar. Peningkatannya sangat signifikan,” katanya menjelaskan.
Selain peningkatan kuantitas, kata Widi, kualitas hasil panen di musim ini juga meningkat. Hal ini lantaran penerapan sistem tanam terpadu yang dilakukan oleh kelompok petani di setiap daerah.
“Petani di Sleman mulai menyadari pentingnya sistem tanam terpadu seperti tanam jajar legowo hingga pengaturan pengairan yang cukup. Di samping itu, kebutuhan petani akan pupuk juga sudah terpenuhi, sehingga pemupuka dapat dilakukan secara seimbang,” katanya.


