Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat, Bupati Sleman Gelar Safari Tarling

Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menggelar Safari Tarawih Keliling di Masjid Agung Rohmat, Jragung, Jogotirto, Berbah, Sleman, Sabtu (23/3/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Plt Sekda Sleman, Kepala Kantor Kementerian Agama Sleman, Ketua Baznas Sleman, Kepala Dinas P3A2PKB Sleman, anggota DPRD Sleman Guntur Yoga Purnawan, ST,  panewu, lurah se Berbah, takmir dan jamaah masjid Agung Rohmat.

Panewu Berbah Tri Akhmeriyadi, menyampaikan bahwa Safari Tarweh Keliling (Tarling) kabupten Sleman juga bertepatan dengan Safari Tarling pemerintah  Kapanewon Berbah putaran kedua.

Tri menekankan, dalam bulan Ramadan ini kegiatan setiap masjid adalah beribadah serta meningkatkan pengetahuan tentang agama untuk meningkatkan kecerdasaan. “Kegiatan ini sesuai dengan misi kabupten Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas,” ujar Tri.

Ketua takmir Masjid Agung Rohmat Giman membagikan cerita tentang sejarah berdirinya  masjid Agung  Rohmat. Pada tahun 1972, masyarakat Padukuhan Jragung yang beragama Islam belum memiliki tempat beribadah. Atas inisiatif kyai Muhammad Fadil, salah satu tokoh agama saat itu bersama warga membangun sebuah Langgar atau musala sederhana yg berukuran 6 x 6 meter dipergunakan untuk  ibadah.

Kemudian pada tahun 1985 dibuat bangunan yang lebih besar ukuran 14 x 14 m persegi yang menjadi cikal bakal Masjid Agung Rohmat.

Masjid Agung Rohmat sendiri sampai saat ini telah mengalami 7 kali pembangunan, sehingga saat ini masyarakat Jragung memiliki masjid dengan ukuran 199 m² berdiri diatas tanah kas Desa 500 m².

“Untuk pembangunan Masjid menghabiskan dana 675 juta. Namun pembangunan belum sempurna masih memerlukan penambahan biaya yang cukup banyak,” ujar Giman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo  menuturkan, kegiatan safari Tarling ini bertujuan untuk  silaturahmi serta membangun komunikasi antara pemerintah dengan warga. Sehingga apabila ada permasalahan masyarakat bisa cepat mendapatkan penanganan.

Pada kesempatan yang sama, Kustini juga memberitahu masyarakat bahwa selama Ramadan, Kabupaten Sleman menggelar di semua kapanewon, dari tanggal 18 – 28 Maret 2024 sesuai jadwal yang ada.

“Dengan program pasar murah ini harapannya bisa menekan laju inflasi. Apalagi menjelang lebaran dimana harga kebutuhan bahan pokok akan melonjak naik,” ujar Kustini.

Kustini juga mengimbau masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat hemat dan memanfaatkan lahan sempit pekarangan untuk ditanami  sayuran sebagai warung hidup dan apotik hidup sebagai bentuk ketahan pangan.

“Selalu menjaga kerukunan, kekompakan, bekerjasama siap membangun Sleman,” tutupnya. (Kusnadi/KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: