Sleman – Penyelenggaraan Musrenbang merupakan forum strategis untuk melakukan musyawarah membahas aktivitas pembangunan daerah Sleman tahun 2016. Perencanaan pembangunan tahun 2016 diharapkan dapat dilakukan dengan lebih cermat dan terkoordinasi.
“Perencanaan pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun 2016 diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika membuka Musrenbang SKPD di Aula Bappeda Sleman, Rabu (25/3).
Bupati juga mengajak untuk mencermati capaian pelaksanaan pembangunan di Sleman terhadap visi dan misi. Dari data tahun 2014, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 2.04% dari 13,89% menjadi 11,85%. pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 5,7% menjadi 5,81%.
Disampaikan Sri Purnomo bahwa angka putus sekolah pada semua jenjang pendidikan mengalami peningkatan. Jenjang SD meningkat 13 persen, jenjang SMP 4 persen dan SMA/SMK menjadi 13 persen. Dari data tersebut, dapat diasumsikan sementara, bahwa terdapat faktor lain selain pertumbuhan ekonomi yang mempengaruhi peningkatan angka putus sekolah.
“Hal inilah yang harus mendapat perhatian serius agar angka putus sekolah segera dapat diturunkan kembali,” kata Sri Purnomo.
Menurut Sri Purnomo, rumusan prioritas pembangunant ahun 2016 yang telah diselaraskan dengan Nawacita yaitu Meningkatkan keamanan dan ketertiban, yang meliputi Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif serta kualitas pelayanan publik, Pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa, Memperkuat penegakkan hukum, Meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Meningkatkan produk dan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal, Meningkatkan kualitas pendidikan karakter, Meningkatkan kerukunan masyarakat dengan mengangkat kebudayaan lokal.
Melihat rumusan prioritas tersebut, Sri Purnomo mengingatkan kepada seluruh peserta Musrenbang untuk meningkatkan produktifitas masyarakat dan daya saing di pasar internasional perlu dilakukan upaya yang sinergis dan terintegrasi dari SKPD terkait. Kualitas SDM serta pengendalian mutu produk harus selalu ditingkatkan agar berdaya saing.
Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu produk adalah mengajak pelaku usaha yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi riil. Hal ini dikarenakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), memiliki hubungan positif dalam program pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, dan memberikan sumbangan besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sleman.
” Untuk itu UMKM dituntut kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kualitas produknya secara konsisten, mengingat dalam pasar bebas ASEAN nantinya kualitas sebuah produk merupakan penentu apakah produk tersebut diminati atau tidak,” kata Sri Purnomo.
Sementara Kepala Bappeda Sleman, drg Intriati Yudatiningsih M.Kes melaporkan bahwa maksud dan tujuan musrenbang RKPD tersebut untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah.
Serta untuk mendapatkan masukan guna penyempurnan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD kabupaten, Pemerintah DIY dan APBN tahun 2016 serta Dana Kesitimewaan tahun 2017. Sedang peserta Musrenbang tersebut sebanyak 200 orang baik dari SKPD maupun masyarakat, akademisi, dan lainnya.


