Kiprah FIAI UII Yogyakarta Dibukukan

Sleman – Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) merupakan salah satu fakultas di Universitas Islam Indonesia (UII). Keberadaan FIAI memiliki makna eksistensial bagi UII. Dengan dicantumkan kata “Islam” dalam nama universitas tersebut mengandung makna bahwa FIAI adalah spirit yang menjiwai seluruh gerak dakwah UII. FIAI dan UII ibarat satu jiwa dan raga yang tidak dapat dipisahkan.

Hal demikian disampaikan Ketua Tim Penulisan Buku “Sejarah Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) Sleman Yogyakarta M. Husnaini, di Gedung KH Wahid Hasyim, Kampus Terpadu UII Yogyakarta, Jalan Kaliurang km 14,5 Sleman, Sabtu (30/3).

Buku ini, ujar Husnaini, berusaha mendokumentasikan sejarah FIAI secara komprehensif. Dengan bahasa ilmiah populer, ulasan buku ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan melibatkan kesaksian dari beberapa narasumber terkait.

“Dengan demikian, buku ini diharapkan menjadi menjadi rujukan otoritatif bagi mahasiswa, dosen, alumni, akademisi, dan peneliti yang tertarik mempelajari FIAI UII Yogyakarta,” papar dosen Pascasarjana FIAI UII Yogyakarta itu.

Senada dengan Husnaini, Dekan FIAI UII Yogyakarta Asmuni mengungkapkan, tujuan ditulisnya buku ini adalah untuk mengungkap sebagian kecil dari keseluruhan perjalanan sejarah Universitas Islam Indonesia, itu pun seputar hal-hal yang tampak, konkret dan rill seperti perkembangan kelembagaan, pusat kegiatan, dan perkuliahan. Sedangkan kegiatan-kegiatan seperti kontribusi dan partisipasi FIAI di tengah masyarakat dan negara dapat dipastikan tidak terekam dengan baik.

Meskipun demikian, cetusnya, buku ini sudah representatif sebagai dokumen yang mengabadikan dinamika sejarah perjalanan FIAI di dalam lingkup sejarah UII, sejarah sebagai peristiwa yang sudah terjadi dalam konteks FIAI.

“Sejarah tidak boleh dilupakan. Sejarah tetap menjadi titik tolak untuk menorehkan sejarah akan datang. Sejarah tetap menjadi bahan evaluasi untuk mengoreksi kesalahan dan menyadari kekurangan agar kontribusi historis FIAI pada masa-masa akan datang menjadi lebih konstruktif konstributif,” papar jebolan doktor UIN Sunan Kalijaga ini.

Rektor UII Yogyakarta Fathul Wahid turut mengapresiasi penerbitan buku ini. Menurutnya, buku ini tidak hanya mendokumentasikan perjalanan panjang Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia, namun juga menjadi cerminan dari dedikasi, semangat, dan ketekunan yang telah dipersembahkan oleh semua aktor sejarah.

“Apa yang kita nikmati saat ini tidak bisa dilepaskan dari semua inisiatif dan kerja keras yang sudah dilakukan di masa lampau. Konsistensi para pelaku sejarah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyebarkan nilai-nilai keislaman patut dicontoh dan dikenang,” ungkap Fathul, sapaan karibnya.

Fakultas Ilmu Agama Islam, lanjut Fathul, telah menjadi bagian penting dari Universitas Islam Indonesia, sejak awal pendiriannya. Dan buku ini, ulasnya, telah merekam narasi yang mengungkapkan asal-usul, tantangan, pencapaian, dan transformasi yang dialami oleh FIAI UII Yogyakarta.

“Kami berharap, buku ini mampu menjadi jembatan penghubung masa lalu dengan masa kini. Isinya mengingatkan pada akar sejarah dan tradisi ilmiah kita, serta mendorong kita semua untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kajian agama Islam,” ujarnya.

Fathul juga memberikan apresiasi, agar buku initidak hanya menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi kita semua, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga dan melanjutkan warisan, nilai, dan semangat yang telah diteladankan oleh pendiri dan pelopor Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia.

“Dokumentasi ini tidak hanya bermanfaat bagi generasi sekarang, tetapi juga generasi mendatang,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok).

image_pdfimage_print
Bagikan: