Sleman – Bertempat di Gedung IPHI Jangkang Widodomartani Ngemplak Sleman, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengadakan acara sosialisasi Program Kampung Hijau, Selasa (23/04/2024). Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.
Acara dimulai dengan pemaparan dari Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, Eni Yuliani tentang permasalahan yang dihadapi, yaitu sampah lingkungan.
“Setiap hari, tidak kurang dari satu juta orang di Sleman memproduksi sampah hingga sekian ton per hari. Padahal TPST Piyungan akan segera ditutup total pada tanggal 1 Mei besok. Maka persoalan sampah ini bukan hanya kewajiban dari DLH Sleman. Tapi juga menjadi tanggung jawab kita semua. Karena kita juga produsen sampah tersebut,” papar Eni.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ada alternatif bagaimana untuk mengurangi sampah tersebut.
“Kita akan mencanangkan pembuatan biopori di setiap rumah tangga dan tiap2 kepala keluarga. Jadi di rumah kita pun ada tempat pengelolaan sampah. Sehingga sampah tidak perlu ditumpuk di tempat lain yang akhirnya menimbulkan bau tidak sedap,” tambahnya.
“Begitu pula tiap-tiap rumah atau paling tidak satu dusun, disarankan untuk menanam tanaman perindang untuk menjaga stabilitas oksigen di lingkungan kita,” pungkasnya.
Pemaparan materi kedua disajikan oleh Mustika Dewi, selaku Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas dan Peran Serta Masyarakat DLH Sleman.
Mustika menekankan tentang pentingnya gerakan 3R yaitu Reduce (Mengurangi sampah), Reuse (Memanfaatkan sampah), dan Recycle (Mendaur Ulang Sampah).
“Sampah adalah problematika kita semua. Maka dari sini, kami akan mencanangkan program penilaian kepada lembaga-lembaga pengelola sampah di dusun dan Kalurahan yang nantinya akan kami tunjuk. Semakin baik pengelolaan sampahnya, semakin tinggi nilainya. Semakin banyak peran serta masyarakat, semakin tinggi pula nilainya,” papar Mustika Dewi.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa program kampung hijau dapat membantu penyediaan air bersih di Sleman.
“Saya mendapat laporan dari PDAM bahwa kondisi air bersih di Sleman sudah berkurang cukup jauh debitnya. Maka kami mencanangkan optimalisasi wilayah resapan air yang ada di Sleman ini, salah satunya dengan program Kampung Hijau. Ini adalah program dari DLH,” tuturnya.
“Dengan Program Kampung Hijau, nafas kita menjadi sehat. Lingkungan kita juga sehat. Air yang kita minum juga sehat. Jangan sampai anak cucu kita nanti kekurangan air bersih. Karena sungai dan segala tempat yang serupa irigasi tersebut sudah tercemar sampah. Jika anak cucu kita meminum air yang tercemar sampah, sedikit banyak dari mereka akan terkena stunting,” tukas Kustini.
Oleh karena itu, Kustini mengajak seluruh warga Sleman untuk mendukung Program Kampung Hijau yang akan dicanangkan di 17 Kapanewon ini.
“Marilah kita dukung Program Kampung Hijau ini untuk menghargai lingkungan kita. Mari kita jadikan lingkungan di Kabupaten Sleman adalah lingkungan yang sehat. Infrastruktur jalan-jalan pun juga kita tingkatkan. Karena jalan yang baik akan menopang perekonomian yang baik pula. Janganlah kita menanam besi di lingkungan kita. Tapi tanamlah tanaman perindang, tanaman penahan air, dan tanaman obat di lingkungan kita. Lalu mari kita kelola sampah dengan baik. Sampah jika diolah dengan baik akan juga menjadi lahan perekonomian,” pungkas Kustini. (Asrori Wardan/KIM Pakembinangun)


