Disnaker Sleman Sosialisasikan Padat Karya 2024

Sleman – LPMK Margomulyo menyelenggarakan sosialisasi kegiatan padat karya tahun 2024 di Padukuhan Jamblangan, bertempat di Pendopo Susanto RT 03/26, Selasa (14/5/2024). Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh masyarakat dan calon pekerja dengan Nara sumber dari Anggora DPRD DIY, Disnaker Sleman, Pendamping/fasilitator Padat Karya dan Pamong Kalurahan.

Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Carik Margomulyo, Irvan Susanto yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pedoman pelaksanaan Padat Karya yang disampaikan oleh Cahyaning Widi, dari Disnaker Kabupaten Sleman.

Dalam penjelasannya, Widi menyampaikan bahwa Padat Karya merupakan pembangunan infrastruktur yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Penekanannya adalah pada pemberdayaan masyarakat sehingga infrastruktur yang akan dibangun adalah bangunan yang mudah dikerjakan oleh orang awam atau masyarakat kebanyakan.

“Itulah sebabnya kegiatan padat karya tidak diampu oleh Dinas Pekerjaan Umum, karena memang tujuan utamanya adalah untuk menyasar pengangguran, setengah pengangguran dan orang miskin,” ujar Widi.

Lebih jauh, Widi menyampaikan tentang prinsip padat karya yaitu anggaran terbesar untuk UPK (Uang Perangsang Kerja), tidak ada tuntutan ganti rugi, pekerjaan tidak boleh diborongkan, menggunakan alat kerja sederhana. Adapun mekanisme dana Padat Karya dari propinsi melalui Disnaker Kabupaten kemudian dilakukan swakelola type 4 dengan LPMK sebagai pelaksana.

“Pekerja padat karya sendiri dibatasi oleh usia yaitu 18 tahun hingga 65 tahun karena pekerja mendapat BPJS Ketenagakerjaan yang meliputi jaminan kecelakaan kerja dan santunan kematian,” jelas Widi.

“Besarnya anggaran padat karya sebesar Rp 98.500.000,_ yang lebih dari separo digunakan untuk upah pekerja. Sebagai bentuk pengawasan dilakukan dengan papan informasi proyek dan laporan pelaksanaan kegiatan serta dokumentasi,” tambah Widi lagi.

Tri Fajar Kusuma, Fasilitator Teknis Padat Karya,  menambahkan opsi teknis kegiatan infrastruktur yang akan dibangun di Jamblangan yaitu cor block/rabat beton dengan dimensi panjang 178 m, tebal 10 cm dan lebar 2,5 m atau secara kubikisasi sebesar 45 m3.

Ditambahkan juga oleh Fajar tentang spesifikasi pembangunannya, adapun kontrak pelaksanaannya mulai 2 Mei 2024 dengan waktu pengerjaan selama 20 hari dan lama bekerja 5 jam /hari.

Syukron Arif Mutagin, Anggota DPRD DIY dalam pengarahannya menyampaikan bahwa kegiatan padat karya perlu dilakukan sosialisasi untuk melihat persiapan pelaksanaan kegiatannya. Kegiatan padat karya dari pokir dewan ini merupakan bentuk komunikasi anggota dewan dengan masyarakat untuk mewujudkan pemberdayaan yang kedepannya diharapkan akan terus berlanjut.

Dibagian akhir, Syukron mengingatkan kepada masyarakat dan pelaksana untuk tertib administrasi dengan melaksanakan 3 sukses yaitu sukses pekerjaan, sukses pelaksanaan dan sukses pelaporan. Sebagai penghujung acara dilakukan sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta sosialisasi. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: