Padukuhan Jamblangan Margomulyo Selenggarakan ILP Posyandu

Sleman – Posyandu Balita, Posbindu dan Poslansia sekarang dilebur/dijadikan satu menjadi Posyandu. Hal tersebut yang dilakukan oleh Posyandu PMA (Perumahan Puri Margomulyo Asri) Jamblangan Margomulyo yang pada hari Sabtu (18/5/2024) mengadakan Integrasi Pelayanan Primer Posyandu PMA.

Posyandu ini melayani usia siklus hidup mulai ibu hamil, balita, usia produktif dan lansia sehingga dinamakan Integrasi Pelayanan Primer. Untuk itu Posyandu Balita, Posbindu dan Poslansia dilaksanakan secara bersamaan.

Ary Retnowati, Ketua posyandu dan Posbindu “Apel” PMA mengatakan bahwa harapannya dengan integrasi pelayanan tersebut, animo kunjungan di Posyandu maupun posbindu akan meningkat.

“Artinya orang tua yang mengantarkan balitanya ke posyandu balita, bisa langsung disasar untuk menggunakan fasilitas posbindu sebagai skreening awal PTM (Penyakit Tidak Menular),” ujar Ary.

Ary juga menambahkan bahwa ILP terfokus pada 3 hal yaitu siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan pelayanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat Kalurahan dan Padukuhan dan memperkuat pemantauan wilayah setempat.

“Kegiatannya masih sama yaitu penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan diusia 10 tahun keatas,” tandas Ary.

Selama ini di PMA Jamblangan, kegiatan Posbindu memang banyak menghadapi kendala dengan minimnya pengunjung yang datang di Posbindu.

“Sudah ada upaya untuk mendekatkan pelayanan posbindu dengan jemput bola mendatangi pertemuan RT. Namun demikian dengan minimnya jumlah pengurus menjadikan kegiatan tersebut tidak berjalan,” tambah Ary.

Di PMA sendiri pernah dijajagi kegiatan inovasi yaitu kolaborasi antara Posbindu dengan Bank Sampah setempat untuk mempermudah pelayanan dengan sistem auto debet nasabah bank Sampah yang periksa di posbindu.

“Namun kegiatan inovasi tersebut juga tidak berlangsung lama. Kesadaran masyarakat untuk pemeriksanaan PTM sebagai upaya preventif masih rendah. Sehingga perlu dicari terobosan terobosan baru sehingga bentuk pelayanan tersebut dapat maksimal dimanfaatkan masyarakat,” jelas Ary lagi.

Ary juga menyampaikan bahwa remaja dan bapak-bapak merupakan sasaran yang menjadi prioritas karena animo kunjungan ke posbindu yang rendah sekali.

“Perlu edukasi yang menerus tentang pentingnya skreening awal penyakit tidak menular untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” tukasnya.

Dibagian akhir, Ary sampaikan juga bahwa posyandu terintegrasi ini merupakan kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak yang pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan terintegrasi serta saling memperkuat antar program.

Adapun integrasi Posyandu meliputi pembinaan gizi dan kesehatan ibu anak, pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan, PHBS, Kesehatan lanjut usia, Bina Keluarga Balita (BKB)dan pospaud serta percepatan penganekaragaman konsumsi pangan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: