Sleman – Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman mengikuti Workshop Kiat Sukses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kamis (16/5).
Workshop yang diprakarsai Badan Kerjasama Sekolah (BKS) SMP Muhammadiyah se-Sleman dengan tema “Menjemput sukses PPDB 2024/2025 SMP Muhammadiyah se-Sleman” ini diikuti 75 orang peserta, terdiri dari Kepala sSekolah dan tim PPDB dari 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman H. Surakhmad menyampaikan beberapa hal terkait PPDB. Pertama, unsur kepercayaan penting.
“Harus ada yang beda tidak standar-standar saja, misal tanya ke orang tua ingin apa di sekolah itu putranya misal siswa bisa shalat, baca Al-Quran dan tahfidz,” tegasnya.
Harapan kedua, ujar Surakhmad, adalah sekolah sebagai pendonor, sekolah dibuat membayar tinggi sehingga pengelolaan juga tinggi yang tidak mampu kita santuni.
“Kita berada di atas karena pemberi posisi kita, beri pelayanan terbaik bahkan memberi santunan bagi siswa miskin,” ungkapnya.
Kiat sukses PPDB 2024 disampaikan oleh H. Pahri, M.M selaku pembina FGM/Forum Guru Muhammadiyah dan juga merupakan kepala sekolah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dan sempat viral dengan PPDB Abnormal.
Semula SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi memiliki siswa 200-an kini menjadi 2.500-an siswa dan semula gedung tertutup kebun tebu kini berkembang pesat menjadi 7 lantai. Intinya sekolah harus berinovasi. (Athiful/KIM Depok)


