Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, saat ini terdapat 15 kasus MDR-TB (Tuberculosis) yang terinci 2 orang meninggal saat diobati, 5 orang meninggal sebelum diobati, 5 orang sedang diobati, 1 orang pindah luar wilayah, 1 orang sembuh dan 1 orang tidak mau berobat atau dalam proses motivasi.
“Berkenaan dengan hal tersebut, saya mengajak semua pihak untuk peduli penanganan TB dengan mengoptimalkan sinergi yang selama ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit TB,” kata Sri Purnomo ketika membuka sarasehan dalam rangka hari TB Sedunia (TB DAY) yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Selasa (31/3).
Sri Purnomo juga berharap agar petugas kesehatan dan kader kesehatan selalu mendeteksi sedini mungkin sehingga cepat teratasi, karena di situ ada TB dalam tanda kutip TB bisa menular pada orang lain, untuk itu pentingnya memberi kan informasi dan penjelasan terhadap penderita TB agar selalu disiplin dalam berobat sehingga TB benar-benar bisa diatasi semaksimal mungkin di Kabupaten Sleman.
“Karena penderita TB perlu adanya ketelatenan dan kesabaran dalam berobat,” kata Sri Purnomo.
Menurutnya setelah ditemukan TBC paling cepat 6 bulan bisa dikatakan sembuh oleh dokter itu saja imbangi dengan minum obat setiap hari. Maka dari itu perlu ada nya pola hidup yang sehat dalam keseharianya.
Ditambahkan Sri Purnomo bahwa Direktur Jenderal Pengawasan Penyakit dan Pengelolaan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, menyatakan bahwa pada tahun 2014 lalu, Indonesia menduduki peringkat empat terbanyak untuk penderita TB setelah China, India, dan Afrika Selatan. Meskipun peringkat tersebut dikarenakan jumlah penduduknya yang juga banyak, namun harus tetap waspada mengingat TB dapat dicegah dan diobati.
Hanya saja kemauan untuk mencegah dan mengobati TB sangat tergantung kepada perilaku seseorang. Selama seseorang menjalani hidup bersih dan sehat, penyakit yang bisa dicegah, termasuk TB. Terlebih lagi, target penemuan penderita baru BTA positif (Case Detection Rate) sebesar 64 penderita setiap 100.000 penduduk. Target CDR tahun 2015 sebesar 70% dengan capaian program tahun 2014 sebesar 65% atau belum mencapai target. Sedangkan target angka kesembuhan (cure rate) tahun 2015 sebesar 85% dengan capaian program 2014 sebesar 87.75% atau sudah melebihi target.
Sri Purnomo juga mengajak peserta sarasehan untuk terus menambah pengetahuan dan wawasannya mengenai TB dan cara-cara penanganan dan pengendaliannya. Dengarkanlah testimoni para penderita TB yang sembuh. Dengan mematuhi prosedur diagnosis dan pengobatan sesuai strategi DOTS (Directly-observed treatment short-course chemotherapy), kekebalan obat ganda (Multi Drugs Resistant Tuberculosis atau MDR-TB) dapat dihindari.


