Sleman – Tak hanya menangani kasus-kasus pidana, Polresta Sleman juga konsen dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor).
Hal ini sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas korupsi, juga dalam melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan peran media sebagai fungsi kontrol.
Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Sleman Kombes (Pol) Yuswanto Ardi saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sleman di Mapolresta Sleman, Senin (20/5).
“Dalam kehidupan bernegara, salah satu fungsi kontrol diberikan kepada media, yang memiliki peran dalam hal pemberian informasi yang sifatnya obyektif, berimbang dan faktual,” ujar Kombes Ardi.
Kombes Ardi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang menangani perkara dugaan korupsi (tipikor) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman atau Lapas Cebongan.
“Ada kasus yang ditangani dari hasil penyelidikan, saat ini yang sedang berjalan adalah kasus korupsi di Lapas Cebongan,” ungkapnya
Sejauh ini, sebut Kombes Ardi, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dari unsur warga binaan Lapas.
“Kemarin kita sudah melakukan pemeriksaan kepada warga-warga binaan yang selama ini mungkin keberatan dengan tindakan dari oknum di Lapas,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menyambut baik kehadiran pewarta PWI dan berharap para jurnalis dapat menyajikan pemberitaan lebih profesional sesuai dengan perundangan yang berlaku.
Dengan demikian fungsi kontrol yang dilakukan wartawan melalui penulisanya di media menjadi memiliki makna.
Sementara, Ketua PWI Sleman Wisnu Wardhana mengatakan, wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai pewarta senantiasa bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk dan selalu berpedoman pada Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan kode etik jurnalistik.
PWI Sleman, ungkap Wisnu, membuka peluang-peluang diciptakannya kolaborasi berbagai bidang terutama bidang olahraga, dan tawaran tersebut disambut baik oleh Kombes Pol Yuswanto Ardi.
“Wartawan suatu pekerjaan profesi, sehingga dalam menjalankan tugas seluruh jurnalis PWI dibekali kompetensi, mulai wartawan muda, madya dan wartawan utama, ” tukas Wisnu. (ATHIFUL/KIM Depok)


