Sleman – Puskesmas Tempel I bekerjasama dengan Pemerintah Kalurahan Margorejo dan Lumbungrejo melakukan Sosialisasi Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Aula Puskesmas Tempel I, Selasa (21/5/2024). Kegiatan yang menghadirkan Tyastiana Arbianisa, Sanitarian Puskesmas Tempel I ini diikuti oleh 40 orang kader kesehatan dari Kalurahan Margorejo dan Lumbungrejo.
“Tujuan dari pada sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) ini yaitu: Pendekatan untuk merubah perilaku Higiene dan Sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ), di khususkan untuk skala Rumah Tangga sehingga program ini adalah program yang berbasis masyarakat,” ungkap Tyastiana.
Dirinya menuturkan, terdapat 5 pilar STBM. Pertama adalah stop BAB sembarangan, yang mana masyarakat di ajak untuk tidak buang air besar sembarangan seperti disungai, dihutan atau pun disembarangan tempat yang bisa berakibat menjadi tempat perkembang biakan serangga atau binatang penular penyakit.
Kedua adalah cuci tangan pakai sabun, dengan mencuci tangan pakai sabun ini dapat menurunkan resiko penyakit menular dan dapat mengeliminir penyakit.
Berikutnya adalah penggelolaan air minum rumah tangga, yang mana air jernih belum tentu bebas dari kuman dan masyarakat di ajak untuk memasak air sebelum dikomsumsi.
Selanjutnya adalah higiene sampah atau pengamanan sampah, dengan 3R yaitu REDUCE yang berarti menggurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, REUSE atau menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau pun fungsi lain dan yang terakhir RECYLE yang berarti mengolah kembali sampah menjadi barang yang baru (daur ulang).
Terakhir adalah Pengolahan Limbah Cair rumah tangga seperti limbah jamban yang mencakup air seni dan tinja dan limbah non jamban seperti air bekas cucian atau sejenisnya.
“Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kelima pilar ini, dalam sosialisasi ini pun Tim Sehat Puskesmas I Tempel kedepan akan berpartisipasi langsung ke masyarakat melakukan proses pemicu STBM,” imbuh Tyas.
“Mandi Cuci Kakus ( MCK ), merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting bagi kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak membuang air besar sembarangan,” tambahnya.
Tyas berharap kepada semua peserta yang hadir agar tetap koordinasi atau sosialisasi kepada Masyarakat lain, supaya tidak BAB sembarangan.dan cuci tangan setelah BAB, dan tidak membuang sampah sembarangan, itu merupakan salah satu bentuk keperdulian terhadap lingkungan masyarakat supaya terhindar dari berbagai macam penyakit.
“Dan untuk menuju masyarakat di kedua Kalurahan khususnya dan se kapanewon Tempel pada umumnya menjadi warga masyarakat yang sehat,” tutup Tyas. (sbd_kimtempel)


