Sleman – Bimbingan teknis keahlian tingkat lanjut pendidik anak usia dini jenjang taman kanak-kanak pagu usulan partisipasi masyarakat (PUPM) Kapanewon Gamping Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman berlangsung selama 10 hari dari tanggal 13 Mei hingga 22 Mei 2024 di Komplek Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kalurahan Banyuraden.
Kegiatan bimbingan teknis dilakukan sebagai upaya untuk memberikan penguatan terhadap 20 guru taman kanak-kanak se-Kapanewon Gamping yang memiliki peran penting dalam mewujudkan pembentukan kemampuan pondasi agar anak siap dalam menghadapi perubahan dalam memasuki jenjang Pendidikan selanjutnya.
Lurah Banyuraden Sudarisman, yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Banyuraden, Kwintartiningsih menutup secara resmi kegiatan bimbingan teknis, Rabu siang (22/5/2024) berharap peserta lebih meningkat pengetahuan dan keterampilannya demi meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran di jenjang pendidikan taman kanak-kanak.
“Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik tumbuh kembang anak usia dini, dan pengintegrasian kegiatan belajar yang menyenangkan mutlak dilakukan oleh pendidik untuk mendorong anak-anak untuk berpikir secara kritis dan kreatif demi merancang aktivitas yang menantang dan merangsang pemikiran kreatif,” terang Sudarisman.
Disebutkan bahwa di Komplek Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Kradenan Banyuraden pun telah berdiri Radio Komunitas Karisma sebagai sarana media komunikasi untuk kepentingan masyarakat guna menyiarkan program-program pendidikan yang membahas topik-topik seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan lingkungan yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang isu-isu yang relevan dengan pendidikan anak usia dini serta kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan perlunya jalinan kolaborasi antara orang tua dan pendidik guna membangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan orang tua, serta mengintegrasikan sumber daya komunitas dalam pendidikan anak usia dini untuk menerapkan strategi atau metode terbaru dalam mengajar yang interaktif dengan menggunakan teknologi saat pengajaran.
“Ibu-ibu telah menjalani diklat secara utuh, semoga dapat bermanfaat dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di tingkat taman kanak-kanak. Hal ini sangat penting karena dengan pembekalan pendidikan usia dini yang kuat maka anak memiliki bekal di kemudian hari,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, pelatihan tersebut membekali pendidik dengan pengetahuan tentang pengembangan kurikulum yang sesuai dengan pendekatan pembelajaran anak usia dini agar dapat belajar cara merancang kegiatan yang menarik, bermakna, dan relevan bagi anak-anak pada jenjang taman kanak-kanak. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


