PCM Berbah Gelar Dialog Ideopolitor

Tegaltirto – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Berbah menggelar Dialog Ideologi, Politik, dan Organisasi Muhammadiyah, pada Kamis (23/5/2024) bertempat Aula Balai Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman.

Ahmad Muhajir Hanifi, Ketua PCM Berbah, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai pembekalan bagi seluruh pengurus Periode 2022-2027 agar dalam menggerakkan Muhammadiyah Berbah lima tahun ke depan menjadi lebih baik dan bermanfat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai salah  bentuk upaya Muhammadiyah untuk menguatkan pemahaman para pimpinan dan anggotanya mengenai ideologi, politik dan manajemen organisasi,” ungkap Ahmad.

Acara diikuti hampir 200-an peserta terdiri dari Pengurus PCM dan Majelis-Majelisnya, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Ketua dan Anggota PRM dan PRA se-Kapanewon Berbah, Pengurus LAZISMU, maupun Ortom (KOKAM, Tapak Suci, AMM,  Hizbul Wathan) dan undangan lain.

Pemateri pertama H. Muhammad Isnawan, menekankan bahwa Persyarikaan Muhammadiyah merupakan Gerakan Islam, Dakwah – Amar Ma’ruf – Nahi Munkar, dan Tajdid; Berakidah Islam dan Bersumber pada Al Qur’an dan Hadits.

“Ada 3 panduan utama dalam menggerakkan Muhammadiyah yaitu AD/ART, Putusan Majelis Tarjih, dan PHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah), yang merupakan pedoman untuk menjalani kehidupan dalam lingkup pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, berbangsa dan bernegara, melestarikan lingkungan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengembangkan seni dan budaya yang menunjukkan perilaku uswah hasanah (teladan yang baik),” jelas Isnawan.

Isnawan juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar agar senantiasa berpedoman pada Putusan Majelis Tarjih, tidak mencari rujukan ke mana-mana yang tidak sejalan dengan kebijakan organisasi.

“Keputusan ini memiliki kekuatan hukum yang kuat dan mengikat, karena mendapat legitimasi dari Pihak Tertinggi dalam Muhammadiyah, Putusan Tarjih memberikan pedoman yang tegas dalam isu-isu keagamaan yang dihadapi oleh warga Muhammadiyah, menciptakan konsisensi di seluruh struktur organisasi,” tegasnya.

Pemateri kedua H. M. Jamaludin Ahmad, menyampaikan tentang pentingnya peran Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Cabang, Ranting dan Masjid Muhammadiyah adalah “the real Muhammadiyah”.

“Ranting Muhammadiyah adalah ujung tombak persyarikatan Muhammadiyah. Ruhnya Ranting Muhammadiyah adalah pengajian yang subur, masjid yang makmur, beramal ikhlas dan gembira, gemar berinfaq, zakat, shadaqah dan berwakaf, dan rapat rutin yang dapat diselenggarakan dengan baik, ada tindak lanjut dan evaluasi,” tutupnya. (M.A. Sanusi – KIM Tirto Gumregah Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: