Posbindu  Banyuraden Dukung Deteksi Dini Risiko Penyakit Tidak Menular

Pos pembinaan terpadu (Posbindu) penyakit tidak menular merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular secara mandiri, seperti yang dilakukan posbindu Kalurahan Banyuraden yang bersinergi dengan Puskesmas Gamping II dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan terhadap 215 peserta yang  berasal dari unsur Badan Permusyawaratan Kalurahan, Pamong, PKK, kader relawan, kelompok lanjut usia, serta penyandang disabilitas pada hari Rabu (22/5/2024).

Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri dalam sambutan pembukanya menuturkan bahwa Posbindu merupakan sebuah kegiatan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat yang dilaksanakan di tingkat kalurahan ditujukan guna memberikan pelayanan kesehatan secara terpadu utamanya berupaya dalam mencegah terjadinya penyakit tidak menular dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Kegiatan pelaksanaan sosialisasi Posbindu di Kalurahan Banyuraden ini meliputi beberapa aktivitas diantaranya penyuluhan tentang gaya hidup sehat demi pencegahan penyakit tidak menular yang dilanjutkan pemeriksaan tensi darah, gula darah, dan kolesterol,” tutur Kwintartiningsih.

Hal senada dikatakan oleh dr. Cindri Wahyuni dari Puskesmas Gamping II, selain melalui pertemuan tatap muka di tingkat kalurahan, sosialisasi Kesehatan juga dapat dilakukan lewat media massa seperti spanduk, pamlet atau brosur, surat kabar lokal, siaran radio komunitas, pun kampanye di media sosial.

Ia menambahkan, pemerintah Kalurahan Banyuraden memegang peran penting dalam mendukung sosialisasi dan pelaksanaan Posbindu dengan memberikan dana, fasilitas, dan koordinasi dengan Puskesmas Gamping II guna memastikan kesuksesan dan keberlanjutan kegiatan tersebut.

“Koordinasi dengan Puskesmas mencakup penetapan jadwal layanan, penyiapan peralatan medis yang dibutuhkan, serta pencatatan data kesehatan pasien dan pemantauannya,” terang dr. Cindri.

Disamping itu, perlu adanya evaluasi kinerja Posbindu dari sisi jumlah pasien yang menggunakan layanan, kualitas layanan yang diberikan, dan efektivitas program dalam pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan penyakit lainnya yang dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk meningkatkan manfaat Posbindu bagi masyarakat.

“Yang tidak kalah penting adalah lewat partisipasi dalam kegiatan Posbindu, maka masyarakat dapat menjadi lebih terlibat dalam upaya menjaga kesehatan dirinya sendiri dan keluarganya demi terciptanya kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan Sejahtera,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: