Sleman – Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY melaksanakan Sosialisasi dan Rapat Koordinasi Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN) di Aula Rapat Kalurahan Sumberrejo Kapanewon Tempel, Jum’at (7/6/24).
Rapat Koordinasi ini ditujukan sebagai upaya Pemerintah Kapanewon Tempel dalam membangun sinergi antara Perangkat Pemerintah Kapanewon bersama unsur perwakilan lembaga keamanan yang ada di wilayah Tempel untuk melaksanakan optimalisasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020 Tentang RAN P4GN Tahun 2020-2024 dan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 Tentang P4GN.
Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Tempel, Supardi, didampingi Lurah Sumberrejo, Anjar Purwanto, dan sebagai peserta rapat yakni perwakilan dari seluruh lembaga Jaga Warga yang terdiri dari 8 Kalurahan.
Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan ini adalah Penyidik dari BNNP DIY dan sebagai pemateri kedua adalah dari Polda DIY.
Dalam sambutannya, Kepala Jawatan Keamanan Tempel, Supardi menyampaikan untuk selalu membangun kesolidan Jaga Warga sebagai sebuah tim terpadu P4GN dan menjaga sinergisitas yang baik demi upaya bersama dalam memberantas dan menanggulangi permasalahan narkoba di Indonesia khususnya di Wilayah Kapanewon Tempel.
Sementara itu dalam paparannya, Penyidik BNNP DIY, Eko Didik Setyawan, menyampaikan penerapan upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika (PN), adalah melalui sejumlah penelitian, dalam rangka penanggulangan tindak pidana narkoba.
Jenis penelitian dalam hal ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif (descriptive research) dan eksplanatoris (explanatory research) yang berfokus menerangkan dan memperkuat peran SatNarkoba Kepolisian setempat dalam pencegahan peredaran gelap Narkotika.
“Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Indonesia beberapa tahun ini menjadi masalah serius dan telah mencapai masalah keadaan yang memprihatinkan sehingga menjadi masalah nasional,” ujarnya.
Menurut Eko, korban penyalahgunaan narkoba telah meluas sedemikian rupa sehingga melampaui batas-batas strata sosial, umur, jenis kelamin. Merambah tidak hanya perkotaan tetapi merambah sampai pedesaan dan melampaui batas negara yang akibatnya sangat merugikan perorangan, masyarakat, Negara, khususnya generasi muda. Bahkan dapat menimbulkan bahaya lebih besar lagi bagi kehidupan dan nilai nilai budaya bangsa yang pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional.
“Kondisi saat ini masih perlu dilakukan optimalisasi terkait edukasi dan informasi terhadap pemerintahan setempat sampai ke pemerintahan desa serta perlu pengoptimalan sistem pelaporan tentang penyalahgunaan narkoba di masyarakat dan perlindungan terhadap pelapor/masyarakat yang melaporkan penyalahgunaan narkoba serta perlu adanya pembinaan, pengawasan, serta fasilitasi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat,” tuturnya.
Eko Didik juga menekankan bahwa kata kunci dalam kegiatan ini adalah optimalisasi kemampuan penyuluh di lapangan yang mana peran ini bisa dilakukan oleh lembaga Jaga Warga.
“Artinya, teman-teman Jaga Warga harus dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam rangka melakukan tugasnya yang sangat mulia, yaitu menyelamatkan generasi bangsa dengan berperan sebagai penyuluh narkoba di tengah masyarakat,” kata Eko Didik.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menyatukan pandangan bersama terkait pelaksanaan kebijakan pencegahan untuk mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) serta mengembangkan program P4GN secara lebih efektif,” tutup Penyidik BNNP dari DIY ini.
Sebagai pemateri kedua, Kompol Ana Rochayati N.F, Ditbinmas Polda DIY, menyampaikan terkait tentang Analisa Permasalahan Dan Problem Solving.
Dalam pembahasan materi untuk jaga warga salah satu fokus utamanya adalah analisa permasalahan dan problem solving. Para peserta, yang terdiri dari kelompok jaga warga dari berbagai Kalurahan dan stakeholder Kalurahan terlibat dalam diskusi dan berbagi pengalaman serta pengetahuan terkait dengan analisa permasalahan di lingkungan mereka.
Dengan pendekatan problem solving, mereka mencoba mencari solusi yang tepat dan efektif untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh warga masyarakat di lingkup Kapanewon Tempel secara umum dan Kalurahan masing-masing khususnya.(sbd_kimtempel)


