Bercocok tanam dapat dilakukan walaupun di lahan sempit dengan sistem hidroponik, memanfaatkan wadah bekas, fertikultur, dan memanfaatkan lahan terbuka. Cara ini yang dilakukan Komunitas Kebun Toga Banyu Husada Dusun Dukuh, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping.
Hal tersebut sangat menarik perhatian Pemerintah Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari Lurah Danyang beserta jajarannya, Tim Penggerak PKK, Bidan Puskesmas Purwodadi I, Bintara Pembina Desa, Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Purwodadi untuk mengunjunginya.
Rombongan disambut dan diterima langsung oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman di Gedung Serbaguna Kantor Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Jumat (7/6/2024) yang didampingi Ulu-Ulu, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Dukuh, serta Ketua Kelompok Wanita Tani Dusun Dukuh untuk menerima paparan materi tentang Tanaman Obat Keluarga sebelum mengunjungi kebun.
Dalam sambutannya, Lurah Danyang, Jami berharap melalui kegiatan tersebut ibu-ibu PKK Kelurahan Danyang dapat menimba ilmu dalam memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk ditanami tanaman obat keluarga seperti yang dilakukan oleh Komunitas Kebun Toga Banyu Husada.
“Tujuan utama dari kunjungan ini untuk memperoleh wawasan baru dan mempelajari praktik-praktik pemberdayaan wanita tani yang telah terbukti berhasil di Komunitas Kebun Toga Banyu Husada Banyuraden khususnya mengenai pembudidayaan tanaman obat keluarga untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi anggota,” tutur Jami.
Sementara, Ketua Kelompok Wanita Tani Dusun Dukuh, Khotimah mengatakan bahwa budidaya tanaman obat keluarga menggunakan sistem hidroponik dapat menjadi pilihan yang menarik karena memungkinkan pertumbuhan tanaman dalam lingkungan yang terkontrol tanpa menggunakan media tanah tanpa memerlukan lahan yang luas.
Menurutnya, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik memiliki sejumlah keuntungan diantaranya penggunaan air dapat lebih efisien daripada budidaya konvensional karena tanaman diberi air langsung melalui akarnya sehingga tidak ada pemborosan air melalui drainase seperti pada tanaman yang ditanam di tanah, serta kontrol terhadap tanaman menjadi lebih baik terkait jenis dan jumlah nutrisi yang diberikan kepada tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan produktif karena nutrisi disuplai langsung ke akar tanaman melalui larutan nutrisi yang terukur. “Yang paling pokok adalah sistem hidroponik memungkinkan tanaman ditanam lebih rapat karena tidak perlu mempertimbangkan ruang untuk sistem akar yang berkembang di dalam tanah. Hal ini memungkinkan penggunaan ruang yang lebih efisien dan peningkatan produksi tanaman per satuan luas lahan,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


