Sleman – Ratusan warga Dusun Plemburan Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik dan warga Dusun Pogung Lor Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati Sleman, Minggu (5/4) pagi menggelar aksi demo rencana pembangunan apartemen di wilayah mereka. Warga menegaskan, sejak awal mereka menolak pembangunan H Residence Plemburan yang berada di tengah permukiman mereka. Apartemen yang akan dibangun oleh PT Hutama Karya ini berada di Dusun Plemburan yang berbatasan dengan Dusun Pogung Lor.
Menurut warga, sejak pertengahan tahun 2014 lalu, dalam pertemuan warga dengan perwakilan pengembang, warga sudah menyatakan penolakan.
“Dalam beberapa kali pertemuan, warga tetap menolak tidak mengizinkan adanya apartemen,” kata salah satu warga, Suharyono disela-sela aksi demo.
Menurut dia, meski tidak ada persetujuan dari warga, tiba-tiba pengembang memasang spanduk bahwa apartemen tersebut akan segera dibangun.
“Memang ada warga yang memberi persetujuan namun mereka itu yang tidak berdekatan dengan lokasi apartemen,” katanya.
Aksi warga ini ditandai dengan penandatanganan spanduk penolakan terhadap pembangunan apartemen. Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS MHum yang datang dalam aksi massa tersebut kemudian membubuhkan tanda tangannya pada spanduk penolakan pembangunan apartemen di Plemburan tersebut.
Kepada wartawan Yuni menyampaikan, jika terdapat penolakan dari warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bisa saja melakukan kajian ulang yang bisa jadi berbuntut pencabutan izin.
“Seperti yang dilakukan Bupati Sleman terhadap Apartemen Gadingan. Karena penolakan warga cukup kuat dan beralasan, maka izinnya dicabut,” kata Yuni.
Pada kesempatan tersebut Yuni juga sempat meminta maaf kepada warga jika selama ini ada kebijakan Pemkab Sleman yang tidak sesuai dengan harapan rakyat. Aksi penolakan ini sempat memanas ketika seseorang yang mengaku sebagai bagian dari pemilik lahan yang akan digunakan untuk pembangunan apartemen mendatangi para pendemo. Orang yang tidak bersedia menyebut identitasnya ini melarang warga memasang spanduk penolakan.
Beruntung, polisi segera mengevakuasi orang ini sebelum terjadi keributan yang berbau anarkhis.


