Kader IMP PPKBD dan Sub. PPKBD Kalurahan Lumbungrejo Gelar Rakor

Sleman – Penyuluh KB Kapanewon Tempel menghadiri Rapat Koordinasi Kader IMP ( Institusi Masyarakat Pedesaan / Tenaga Lini Lapangan ), PPKBD atau IMP di tingkat desa/kelurahan Sub.PPKBD (IMP di tingkat Padukuhan), di Ruang Rapat Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo yang dihadiri oleh Penyuluh KB Kalurahan Lumbungrejo, Bidan Desa, serta kader IMP PPKBD dan Sub. PPKBD kalurahan pada Jum’at (28/6/2024).

Penyuluh KB Kapanewon Tempel Dwi Martini Budi Utami, menyampaikan informasi kegiatan program Bangga Kencana di Kapanewon Tempel. Ketugasan Tim Pendamping Keluarga yang rencananya akan dilakukan setiap bulan, serta pembinaan Posyandu bagi balita di Lumbungrejo.

Dalam monitoring kegiatan posyandu harapannya kader kesehatan dapat membagi sasaran dengan permasalahannya untuk menjadikan prioritas kita melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan KIE) lebih lanjut. 3

“Penyuluh KB yang bekerjasama dengan Ahli Gizi Puskesmas Tempel I juga diberikan kesempatan untuk melakukan KIE yang berkaitan dengan pengasuhan Anak dan pengolahan MPASI. Hal ini kaitannya dalam menekan kasus stunting dan kekurangan gizi pada anak balita,” ungkap Dwi.

Sebelum mengakhiri materinya, Dwi mengingatkan bahwa Kader IMP tentang  perannya dalam rangka ikut menyukseskan program KB, yang kemudian dikenal istilah Enam Peran Bakti. Keenam peran bakti institusi tersebut adalah: Pengorganisasian, Pertemuan, KIE, dan Konseling, Pencatatan Pendataan, Pelayanan  Kegiatan, dan Kemandirian. 

“Dengan enam peran baktinya, kader IMP telah menjangkau seluruh aspek, sebagaimana diamanatkan dalm UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga , yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan Ketahanan keluarga, dan Peningkatan kesejahteraan keluarga,” jelas Dwi.

“Dapat diyakini, jika keenam peran tersebut dapat dijalankan dengan baik, IMP yang ada di Kalurahan akan dapat berfungsi dengan baik dan peran-peran yang dibebankan dapat dijalani dengan baik pula. Bila ini telah terwujud, berarti upaya memberdayakan IMP agar menjadi wahana pembentukan SDM yang berkualitas telah menjadi kenyataan. Sehingga harapan-harapan pemerintah dan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik lewat perjuangan IMP tidak lagi hanya harapan-harapan kosong tanpa kepastian,” ungkapnya. (sbd_kimtempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: