4 Siswa UN Di Sleman Berkebutuhan Khusus

Sleman – Empat peserta Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Sleman merupakan siswa berkebutuhan khusus. Terkait hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman meminta kepada Disdikpora DIY untuk disediakan pendampingan serta soal khusus.

“Dua siswa masing-masing menyandang tuna netra dan ‘low vision’ di MAN Maguwoharjo, satu siswa ‘low vision’ di SMAN 1 Ngaglik dan satu siswa tuna rungu di SMK Budi Mulia 2. Seperti tahun-tahun sebelumnya, selama pelaksanaan ujian siswa akan didampingi pendampingi khusus dari Disdikpora,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Arif Haryono SH kepada wartawan di Pemkab Sleman, Jumat (10/4).

Selain meminta didampingi dari Disdikpora juga mengajukan ada soal khusus. Bagi peserta tuna netra, yakni soal dengan huruf braille serta ukuran 20 bagi siswa low fision. Sedangkan bagi siswa dengan pendengaran lemah kemungkinan hanya terganjal di mata pelajaran Bahasa Inggris.

Menurut Arif berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, untuk siswa tuna netra maupun ‘low vision’ lebih memilih soalnya dibacakan. Sebab dengan membaca sendiri, siswa membutuhkan waktu lebih lama. Apalagi lembar jawab soal UN ukurannya relatif kecil. Tentu bagi penyandang ‘low vision’ akan mengalami kesulitan, sehingga akan lebih mudah jika dituliskan pendamping.

image_pdfimage_print
Bagikan: