Dalam rangka memperingati peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Medinah yang menjadi titik awal penanggalan hijriah serta mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam, maka Pimpinan Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama Kalurahan Banyuraden menggelar kegiatan pengajian lailatul ijtima peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1446 Hijriyah yang berlangsung di Mushola Al-Ikhlas Modinan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu malam (7/7/2024).
Kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk memperkuat iman dan taqwa umat Islam ini mengajak para jama’ah memperdalam pemahamannya tentang ajaran agama, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkokoh hubungan dengan Allah SWT melalui kajian-kajian yang disampaikan ustadzah sehingga dapat mencerahkan dan memotivasi umat Islam dalam menjalani hidup dengan lebih baik sesuai dengan tuntunan agama.
Pengajian yang dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman menghadirkan penceramah Nyai Hj. Fathimatuzzahro selaku pengasuh Pondok Pesantren Fathimiyyah yang terletak di wilayah Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman dengan mengangkat tema perkara yang diutamakan di dunia dan keutamaan sholat berjama’ah.
“Peringatan peristiwa penting ini tidak hanya sekedar mengenang sejarah, namun juga mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya dalam menegakkan Islam. Sehingga pengajian ini menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk memahami makna hijrah dalam konteks kehidupan modern dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” terang Hj. Fathimatuzzahro dihadapan 200 jama’ah yang hadir.
Menurutnya, pengajian lailatul ijtima merupakan ajang untuk berkumpul, berbagi ilmu dan saling menguatkan dalam kebaikan dalam suasana yang penuh kebersamaan sehingga diharapkan dapat membentuk masyarakat yang lebih solid, harmonis dan selalu berpegang teguh pada ajaran Islam dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.
Tujuan melakukan tholabul ilmi atau menuntut ilmu yang merupakan salah satu perkara yang utama selama masih hidup di dunia selain untuk meningkatkan keimanan dan pemahaman mengenai ajaran agama demi mendapatkan ridha dan berkah dari Allah SWT yaitu memperbaiki kualitas hidup umat Islam. Karena dengan menguasai ilmu maka seseorang dapat mengembangkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang baik, dan berkontribusi positif terhadap masyarakat.
“Ilmu pengetahuan membantu umat Islam untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai khalifah di bumi dengan lebih efektif dan adil. Ilmu juga mendorong inovasi dan kemajuan yang memungkinkan umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman dengan lebih siap dan mampu,” cetus Hj. Fathimatuzzahro.
Di akhir pengajian, Ia menyebutkan dengan melaksanakan sholat berjama’ah lima waktu memberikan kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan nasehat dari imam, memperkuat disiplin dalam menjalankan ibadah, serta akan mendatangkan keberhasilan dan kebahagiaan tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


