Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman bekerja sama dengan Komunitas Kali Kuning Hilir menggelar Program Kali Bersih (Prokasih) di Bawah Bendung Dadapan, Kali Kuning Hilir, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Minggu (14/7/2024).
Subandi, Anggota Komunitas Kali Kuning Hilir menyampaikan bahwa Prokasih merupakan kegiatan rutin yang dilakukan komunitas sungai difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sleman.
Prokasih ini melibatkan beberapa unsur DLH Sleman, Kapanewon Berbah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Sendangtirto, karang taruna dan relawan Sendangtirto, FLH Berbah, muda mudi dan warga Dadapan.
“Prokasih sendiri merupakan kegiatan yang rutin dilakukan sebagai upaya membersihkan, menjaga aliran sungai menjadi lancar,” kata Bandi.
“Dalam upaya menjaga kali tidak hanya dilakukan Prokasih namun juga dilakukan upacara adat merti kali sebagai bentuk penghormatan karena sungai telah memberi pengidupan kepada makluk hidup,” tambahnya.
Ulu ulu Sendangtirto, M Arif Tri Zunianto yang menjelaskan bahwa Kali Kuning yang berada di Sendangtirto memiliki satu cekdam terakhir di hilir Kabupaten Sleman, dan alirannya masuk ke wilayah Kabupaten Bantul.
“Cekdam Dadapan merupakan bendungan yang mengairi area persawahan Berbah bagian selatan serta sebagian wilayah Bantul,” jelasnya.
Ringgo Antoni Surya, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Berbah mengatakan bahwa Kapanewon Berbah selalu mendukung setiap kegiatan dalam upaya menjaga kebersihan kondisi sungai menjadi lebih baik.
“Keberadaan Kali Kuning sangat dirasakan kemanfaatannya oleh masyarakat terutama untuk mengairi persawahan,” ucap Ringgo.
Sementara itu, Kepala DLH Sleman Epiphana Kritiyani, Mengucap terimakasih kepada warga masyarakat Dadapan, Sendangtirto yang selalu rutin melakukan kegiatan bersih sungai.
“Karena semakin lama keberadaan kualitas sungai sangat menurun. Berkurang nya vegetasi pepohonan yg bisa mengikat air, akibat pertumbuhan ekonomi dan pesatnya pembangunan modern. Tidak dipungkiri pesatnya pertumbuhan infrastruktur sangat berpengaruh pada ekolagi disekitar. Terutama berkurang pepohonan secara signifikan,” ungkapnya.
“Kebiasaan baik dalam menjaga keberadaan dan kemanfan sungai sebaiknya bisa ditularkan kepada generasi muda. Agar generasi muda lebih mencintai dan peduli lingkungan bumi kita. Harapannya kelak generasi yang akan datang masih bisa menempati bumi dalam kondisi yang lebih baik dan menyenangkan,” pungkas Epiphana. (Kusnadi/KIM Berbah)


