Sleman – Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno MSi mengatakan musim kemarau merupakan saat paling tepat untuk menanam palawija. Selain itu, dengan menanam palawija, petani sekaligus memberikan jeda bagi lahannya agar tetap subur.
“Pola tanamnya sebenarnya padi-palawija-padi, sehingga ada jedanya. Lahan tidak diforsir sehingga kesuburannya tetap terjaga,” kata Widi, Kamis (16/4).
Kendati demikian, pihaknya hanya dapat memberikan imbauan bagi petani untuk ikut menjaga lingkungannya. Terlebih, kondisi lingkungan di masing-masing daerah berbeda.
“Di sektor barat, seperti Moyudan dan Godean, sepanjang tahun petani menanam padi karena lahannya mendapatkan suplai irigasi yang memadai. Sehingga tidak mungkin dipaksakan untuk palawija. Berbeda dengan sektor timur seperti Prambanan dan Kalasan, memang ada masa dimana suplai airnya kurang, jadi harus menanam palawija,” katanya menjelaskan.
Widi menghimbau petani untuk melakukan perhitungan yang tepat agar tidak merugi. Pasalnya kondisi musim sulit diprediksi masa pergantiannya.
“Bagi yang sudah menanam padi lagi, maka masa tanam berikutnya semestinya palawija. Jangan dipaksakan harus menanam padi jika tidak memungkinkan,” ungkapnya.


