Keluarga Berencana dalam Pandangan Islam

Sleman – Kepala Subbag Tata Usaha Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, Sangaji , menyampaikan materi dengan tema Program KB Menurut Pandangan Islam yang dihadiri peserta seluruh kader KB se Kalurahan Lumbungrejo.

Sangaji mengatakan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman mempunyai program yang mendukung program kependudukan dan keluarga berencana.

“Kemenag Sleman mendukung terhadap Program KB, diantaranya dilaksanakannya penanganan masalah perkawinan di bawah umur, pergaulan bebas, sosialisasi keluarga sakinah, sosialisasi program KB dan pelayanan nikah, yang merupakan program dari Seksi Bimas Islam di Kemenag Sleman,” ujarnya selaku pemateri pada Sosialisasi Program Keluarga Berencana, di Aula Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo Kapanewon Tempel pada Rabu (17/07/2024).

Selain Kemenag Sleman, turut hadir dalam kesempatan ini, perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kabupaten Sleman, Lurah Lumbungrejo beserta pamongnya, dan perwakilan anggota DPRD propinsi DIY serta sebagai pemateri kedua dr. Alfun Dhiya AN dari FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Sleman, Dwi Wiharyanti, mengatakan pihaknya mengharapkan adanya komunikasi dan kerjasama dengan Kementerian Agama agar dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat, terkait maraknya isu negatif yang menyebar di masyarakat terkait program KB sudah semestinya mendapatkan perhatian secara serius. dengan melakukan sosialisasi terkait isu-isu yang ada.

“Melalui sosialisasi ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang baik dan benar terkait program KB  serta memberikan wawasan yang positif. Sehingga  masyarakat tidak terlarut terhadap isu-isu yang berkembang terlebih isu tersebut menyangkut ideologi keagamaan,” ungkap Dwi.

Pemateri selanjutnya, Alfun Dhiya AN dari FKIK UMY menyampaikan materi tentang  pentingnya pemeriksaan IVA untuk mengetahui secara dini penyakit yang disebabkan oleh Infeksi HPV (Human Papilloma Virus), dimana diperkirakan di Indonesia angka kejadiannya 50 dari 100.000 penduduk.Selain itu juga menyampaikan tentang manfaat KB untuk pasangan suami istri.

“Guna menurunkan risiko kehamilan perlu disosialisasikan penggunaan alat kontrasepsi, untuk menurunknan risiko kanker pada wanita, sehingga tidak mengganggu tumbuh kembang anak, mengurangi resiko radang panggul menurun, dan yang penting adalah menjaga kesehatan mental wanita,” demikian ungkap dr.Alfun. (sbd_kimtempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: