30 Finalis Siap Bersaing Meraih Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015

Sleman – Sebanyak 30 peserta atau 15 pasang Dimas Diajeng Cilik terpilih sebagai finalis dalam seleksi Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015. Ke 30 peserta tersebut dipilih berdasarkan seleksi yang sangat ketat dan obyektif oleh dewan juri yang masing-masing berkompeten dibidangnya yang meliputi bidang pariwisata, intelegensia, psikologi, unjuk bakat dan test psikologi.

“Mereka akan berlaga memperoleh Gelar Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015,” kata Ketua Panitia Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2015, Aryanti Dyah Maharani S.ST di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Jumat (17/4).

Aryanti yang akrab dipanggil Diajeng Rani tersebut menambahkan bahwa para finalis akan menjalani rangkaian kegiatan pembekalan diantaranya tentang kebudayaan, destinasi wisata Sleman dan DIY, wisata budaya Jamasan Ageng, pemberdayaan anak, bakti sosial, dan famtrip ke berbagai destinasi.

“Menurut rencana malam grand final akan diselenggarakan pada tanggal 10 Mei 2015 di Auditorium RRI Jogja,” kata Diajeng Rani.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM berharap event pemilihan Dinas Diajeng Cilik Sleman 2015 ini dapat berjalan dengan lancar dan bahkan lebih baik dari penyelenggaraan event serupa pada tahun 2013 silam.

Dikatakan Ayu, maksud dan tujuan Pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 untuk mencari potensi generasi muda sejak dini dan mampu mengemban sebagai duta kebudayaan dan pariwisata bagi Kabupaten Sleman pada khususnya benar-benar dapat terealisasi. Dimas Diajeng Cilik Sleman diharapkan bisa menjadi generasi awal bagi keberadaan Dimas Diajeng Sleman sebagai salah satu ikon sumberdaya manusia yang mumpuni, sehat, cerdas, kreatif, enerjik, berwawasan luas.

Selain itu diharapkan mampu mengedepankan jati diri budaya lokal serta mendukung kemajuan Kabupaten Sleman, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata. Yang tidak kalah pentingnya adalah implementasi nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari tentang pola pikir, pola sikap, dan pola tindaknya. Sehingga ikon sebagai generasi yang berkualitas juga dibarengi dengan perilaku dan sikap panutan yang dapat dijadikan contoh bagi generasi sebayanya.

image_pdfimage_print
Bagikan: