Sleman – Bertempat di bangunan bersejarah yang sudah berusia lebih dari 200 tahun, Dalem Singodikaran, pada Kamis, (25/7/2024) kembali diadakan acara dolanan (permainan) zaman dahulu. Kali ini dolanan diikuti oleh sekitar 30 anak-anak kelas 2 dan kelas 3 SD Kadisono 1, dengan berpakaian tradisional.
Acara dipimpin langsung oleh pemangku Dalem Singodikaran, R.Chaerul Wardana, sebagai tuan rumah yang membuka lebar pendopo dan halamannya yang luas untuk kegiatan pelestarian budaya lokal. Pendopo Cagar Budaya yang telah ditetapkan sebagai Situs Pesanggrahan Keluarga Suryaningalogo pagi itu riuh oleh jerit dan sorak anak-anak yang bermain Lurah-lurahan.
Menurut penjelasan R.Chaerul yang keturunan almarhum Demang RM Sentani Singodikoro, pendiri bangunan ini, bahwa acara dolanan jadul ini dilakukan setiap hari Kamis Pon, dengan berbagai permainan lain seperti macanan, bentik, egrang dan lainnya.
“Tempat yang sejuk dan asri ini didirikan dalam dua tahapan, bagian belakang pada tahun 1790 dan bagian depan pada tahun 1800 oleh Demang RM Sentani Singodikoro yang masih memiliki garis keturunan Kanjeng Sultan Hamengku Buwono II. Di kediamannya ini, beliau pernah menerima pelarian dari Keraton, GKR Sekar Kedaton, Garwa dari Hamengku Buwono V dan putranya RM Timur Muhammad atau Pangeran Suryaningalaga,” jelas Chaerul.
Saat ini Dalem Singodikaran di Kadisono ini, menjadi salah satu pusat kegiatan seni dan pelestarian budaya di Kalurahan Margorejo Tempel. (SH/KIM Tempel).


