Untuk memperbaiki infrastruktur lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja sementara, maka Pemerintah Kalurahan Banyuraden melaksanakan kegiatan program padat karya yang berlangsung di wilayah Dusun Banyumeneng, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Jumat (26/7/2024).
“Program padat karya merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga kerja manusia ketimbang dengan tenaga mesin. Tujuan utama dari kegiatan padat karya adalah untukmembuka lapangan kerja bagi masyarakat terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap, seperti yang sedang berjalan pada Dusun Banyumeneng ini,” tutur Sidig Wijanarko selaku Jagabaya Banyuraden saat melakukan peninjauan dilapangan.
Pekerjaan drainase dengan volume pekerjaan seluas 25,22 meter kubik telah dimulai dengan mempekerjakan 26 orang yang rata-rata berstatus pengangguran dan merupakan warga setempat. Dalam situasi ekonomi yang sulit saat ini, program padat karya memberikan solusi karena melibatkan masyarakat setempat dalam proyek pembangunan infrastruktur khususnya drainase sehingga pengangguran dapat dikurangi sementara dan masyarakat mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Sebelum memulai pekerjaan penggalian tanah dari titik nol, pekerja terlebih dulu mendapat pengarahan dari Edi Waluyo selaku Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Banyuraden untuk memastikan bahwa semua pekerja memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan jelas. Adanya arahan yang tepat maka setiap pekerja dapat mengetahui peran spesifiknya dalam proyek, langkah-langkah yang harus dilakukan, serta standar keselamatan yang harus dipatuhi demi mencegah kebingungan dan kesalahan yang dapat menghambat progres proyek dan menimbulkan risiko kecelakaan kerja.
“Semoga pembangunan drainase ini dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dalam menanggulangi risiko banjir saat musim hujan tiba,” harapnya.
Dengan memberikan panduan yang jelas maka proses kerja dapat berjalan lebih lancar dan terkoordinasi dengan baik. Arahan yang baik akan membantu memastikan proyek dilaksanakan sesuai dengan rencana dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Selain itu, diimbangi dengan melakukan pengawasan yang efektif terhadap setiap tahap pekerjaan diharapkan proyek drainase dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang optimal.
Diakhir arahannya, Edi menegaskan program padat karya pembangunan drainase tersebut tidak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur, melainkan juga pada pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan warga setempat dalam setiap tahap Pembangunan diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga. Karenanya, kerjasama dan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat adalah kunci sukses dari program. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


